Momen Unik Piala Dunia: Laga Paling Memalukan Bertajuk Pertempuran di Santiago

Mari kenang momen kontroversial dalam sejarah Piala Dunia yakni 'The Battle of Santiago'.

Diterbitkan 03 Mei 2026, 08:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kekerasan dan Kontroversi di Piala Dunia 1962

Meskipun "The Battle of Santiago" dikenang sebagai pertemuan yang sangat tidak beraturan, sebenarnya itu adalah salah satu dari banyak insiden kekerasan dalam turnamen yang sangat brutal. Sebelum pertandingan, surat kabar Chile, Clarin, menyatakan bahwa turnamen tersebut sudah seperti Perang Dunia daripada Piala Dunia.

Pasalnya, delapan pertandingan dalam dua hari pertama turnamen sudah menampilkan empat kartu merah, tiga patah kaki, satu pergelangan kaki retak, dan beberapa tulang rusuk retak.

Dalam partai pembuka Rusia melawan Yugoslavia, kaki Eduard Dubinski patah akibat tantangan dari Muhamed Mujic, yang kemudian diskors oleh asosiasinya selama setahun.

Presiden FIFA, Sir Stanley Rous, kemudian bertemu dengan wasit Ken Aston dan Bob Davidson untuk membahas kekerasan dalam turnamen. Rous menuntut peningkatan standar perilaku dari tim-tim, tetapi tindakan FIFA dianggap setengah hati, dengan Ferrini hanya diskors satu pertandingan dan David serta Sánchez hanya menerima teguran.

Pele Ikut Terdampak?

Empat tahun kemudian, Pele, yang cedera di Piala Dunia 1966, percaya bahwa Sir Stanley Rous menginstruksikan wasit untuk bersikap lunak terhadap permainan "jantan" tim Eropa, yang mengakibatkan cedera parah padanya. Dalam semifinal antara Cekoslovakia dan Yugoslavia, wasit Swiss terpaksa memanggil kapten kedua tim karena pertandingan "berkembang menjadi perkelahian."

Di semifinal lainnya antara Chile dan Brasil, Garrincha dari Brasil diusir keluar lapangan, tetapi kemudian diizinkan bermain di final setelah wasit Peru Arturo Yamazaki menerima telepon dari presiden negaranya untuk meredakan kesaksiannya, dan asisten wasit Esteban Marino menghilang.

Kemudian terungkap bahwa wasit Piala Dunia Brasil, John Etzel, telah memberikan 10 dolar AS kepada Marino untuk menghilang, tetapi hanya memberikan setengahnya dan menyimpan sisanya untuk diri sendiri.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan