Cooper Flagg Jadi Rookie of the Year NBA 2026 Setelah Kalahkan Mantan Rekan Setimnya di Duke

Bintang muda Dallas Mavericks, Cooper Flagg, dinobatkan sebagai Rookie of the Year NBA 2026.

OlehThomas
Diterbitkan 28 April 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Statistik Impresif dan Rekor yang Dipecahkan Flagg

Sebagai pilihan keseluruhan No. 1 dalam draf 2025 dan pemain termuda di liga, Cooper Flagg menunjukkan performa yang melampaui ekspektasi. Ia memimpin semua rookie yang memenuhi syarat dengan rata-rata 21,0 poin per pertandingan, sebuah pencapaian yang luar biasa di musim debutnya. Kontribusi Flagg tidak hanya terbatas pada mencetak poin, melainkan juga meliputi berbagai aspek permainan.

Sepanjang 70 pertandingan yang semuanya dimulai sebagai starter, Flagg rata-rata mencatatkan 6,7 rebound, 4,5 assist, dan 1,2 steal dalam 33,5 menit bermain. Statistik serba bisa ini menempatkannya dalam kategori pemain langka. Flagg menjadi rookie pertama sejak Michael Jordan pada musim 1984-85 yang memimpin timnya dalam total poin, rebound, assist, dan steal, sebuah perbandingan yang menyoroti kehebatannya.

Lebih lanjut, Flagg adalah salah satu dari hanya tiga pemain dalam 45 tahun terakhir, bersama dengan Jordan dan Luka Doncic, yang berhasil mencetak rata-rata setidaknya 20 poin, enam assist, dan empat rebound per pertandingan sebagai rookie. Ia juga mencetak rekor sebagai remaja pertama yang berhasil mencetak 50 poin dalam satu pertandingan NBA, dengan 51 poin melawan Orlando Magic. Flagg bahkan sebelumnya memecahkan rekornya sendiri dengan 49 poin saat berhadapan dengan Knueppel dan Hornets pada bulan Januari.

Pencapaian ini semakin istimewa karena Flagg juga tercatat sebagai pemain termuda kedua yang pernah memenangkan penghargaan Rookie of the Year, hanya kalah dari legenda NBA, LeBron James. Hal ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki Flagg untuk menjadi salah satu bintang besar di masa depan.

Latar Belakang dan Keputusan Draf NBA

Cooper Flagg lahir pada 21 Desember 2006, menjadikannya salah satu prospek termuda yang memenuhi syarat untuk draf NBA. Usia mudanya tidak menghalangi bakatnya untuk bersinar, dan ia terpilih sebagai pilihan keseluruhan pertama oleh Dallas Mavericks dalam draf NBA 2025. Keputusan ini menunjukkan kepercayaan besar Mavericks terhadap potensi Flagg sebagai fondasi masa depan tim.

Sebelum melangkah ke panggung NBA, Flagg telah membangun reputasi yang solid di level perguruan tinggi. Ia bermain bola basket untuk Duke Blue Devils, di mana ia meraih berbagai penghargaan bergengsi. Flagg dinobatkan sebagai consensus first-team All-American dan consensus national player of the year saat masih berstatus mahasiswa baru, membuktikan dominasinya di NCAA.

Meskipun memiliki kesempatan untuk kembali ke Duke, Flagg memutuskan untuk tidak melakukannya dan memilih untuk langsung masuk draf NBA 2025. Keputusan ini sebagian besar didorong oleh pertimbangan finansial dan risiko cedera yang mungkin terjadi jika ia melanjutkan bermain di level perguruan tinggi. Langkah strategis ini terbukti tepat, mengingat kesuksesannya meraih Rookie of the Year di musim perdananya.

Persaingan Ketat dengan Kon Knueppel

Meskipun Cooper Flagg berhasil meraih penghargaan Rookie of the Year, persaingannya dengan Kon Knueppel patut mendapat sorotan. Knueppel, yang juga mantan rekan setim Flagg di Duke dan pilihan keempat dalam draf 2025, menempati posisi kedua dalam pemungutan suara. Penampilannya bersama Charlotte Hornets juga sangat impresif dan menjadi salah satu cerita menarik musim ini.

Knueppel memimpin liga dalam tembakan tiga poin yang berhasil dicetak, menunjukkan keahliannya sebagai penembak jitu. Ia juga mencetak rekor rookie terbanyak dalam sejarah NBA untuk tembakan tiga poin, serta rekor tembakan tiga poin terbanyak dalam satu musim dalam sejarah franchise Hornets. Ini adalah pencapaian signifikan yang menunjukkan dampak instan Knueppel di liga.

Secara statistik, Knueppel rata-rata mencetak 18,5 poin, 5,3 rebound, dan 3,5 assist per pertandingan, dengan persentase tembakan 42,5% dari garis tiga poin. Angka-angka ini menunjukkan efisiensi tembakan yang lebih baik dibandingkan Flagg. Kontribusinya juga membantu Hornets meningkatkan jumlah kemenangan mereka hingga 25 pertandingan, sebuah indikasi positif terhadap pengaruhnya pada tim.

Namun, meskipun Knueppel memiliki angka tembakan yang lebih efisien, Cooper Flagg dihargai atas kontribusi serba bisanya. Kemampuannya untuk menjadi fokus utama serangan Mavericks dan dampak menyeluruhnya pada permainan tim menjadi faktor penentu. Flagg menunjukkan bahwa ia tidak hanya bisa mencetak angka, tetapi juga terlibat dalam berbagai aspek permainan yang krusial.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan