Wasit China Ma Ning Resmi Terpilih Pimpin Laga Piala Dunia 2026

Wasit Ma Ning yang kontroversial dari China telah resmi terpilih untuk memimpin pertandingan di Piala Dunia 2026.

OlehThomas
Diterbitkan 10 April 2026, 23:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - FIFA telah mengumumkan daftar ofisial pertandingan yang akan bertugas di Piala Dunia FIFA 2026, dan salah satu nama yang menarik perhatian adalah wasit asal China, Ma Ning. Pemilihan Ma Ning ini menjadi sorotan karena rekam jejaknya yang diwarnai berbagai keputusan kontroversial di beberapa pertandingan penting. Turnamen akbar empat tahunan ini akan menjadi yang terbesar dalam sejarah, dengan 48 tim dan 104 pertandingan, sehingga membutuhkan jumlah ofisial terbanyak.

Ma Ning, yang lahir pada 14 Juni 1979, dikenal sebagai wasit FIFA terkemuka dari China dan telah banyak memimpin laga di turnamen besar Asia sejak 2011. Proses seleksi ofisial ini berlangsung selama lebih dari tiga tahun, dengan FIFA mengklaim telah memilih "yang terbaik di dunia" setelah pemantauan dan evaluasi ketat.

Meskipun demikian, penunjukannya untuk ajang sebesar Piala Dunia 2026 menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran, mengingat serangkaian insiden yang pernah melibatkan dirinya. Kontroversi ini meliputi pertandingan di Liga Super China, Final Piala Asia AFC 2023, hingga kualifikasi Piala Dunia 2026 yang melibatkan timnas Indonesia.

Profil dan Proses Seleksi Ma Ning untuk Piala Dunia 2026

Ma Ning, telah mendapatkan kepercayaan dari FIFA untuk menjadi salah satu ofisial pertandingan di Piala Dunia 2026. Ia termasuk dalam daftar 52 wasit, 88 asisten wasit, dan 30 ofisial pertandingan video (VAR) yang akan bertugas di turnamen tersebut.

Menurut Pierluigi Collina, Kepala Petugas Wasit FIFA, para ofisial yang terpilih ini merupakan hasil dari proses seleksi yang cermat dan komprehensif selama lebih dari tiga tahun. Mereka telah dipantau dan dievaluasi secara teratur dalam berbagai pertandingan domestik dan internasional.

Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah, dengan format baru yang melibatkan 48 tim dan total 104 pertandingan. Skala turnamen yang masif ini secara otomatis menuntut jumlah ofisial pertandingan yang lebih banyak dari sebelumnya, termasuk wasit Ma Ning.

Rentetan Kontroversi Ma Ning di Liga Super Tiongkok

Karier wasit Ma Ning tidak luput dari sorotan publik, terutama terkait beberapa keputusannya yang memicu kontroversi di Liga Super China. Salah satu insiden terjadi pada 9 Mei 2015, saat derbi Shanghai antara Shanghai SIPG dan Shanghai Shenhua. Dalam laga tersebut, Ma Ning mengusir tiga pemain Shanghai Shenhua, yang berujung pada kekalahan telak 5-0 bagi SIPG.

Kontroversi lain muncul pada 21 Agustus 2022, dalam pertandingan Liga Super antara Wuhan Yangtze River dan Henan Songshan Longmen. Saat itu, Ma Ning sengaja dijatuhkan oleh striker Songshan Longmen, Henrique Dourado, yang kemudian diusir karena perilaku kekerasan.

Insiden tersebut berakhir dengan skor imbang 2-2, namun lima hari kemudian, Asosiasi Sepak Bola China menjatuhkan skorsing 12 bulan kepada Dourado. Hukuman ini tercatat sebagai yang terberat dalam sejarah Liga Super China, menunjukkan tingkat keseriusan pelanggaran yang terjadi.

Keputusan Kontroversial di Piala Asia 2023 dan Kualifikasi Piala Dunia 2026

Ma Ning kembali menjadi pusat perhatian saat memimpin Final Piala Asia AFC 2023 antara Yordania dan Qatar pada 10 Februari 2024. Dalam pertandingan tersebut, ia memberikan tiga penalti kontroversial kepada tim Qatar, yang menurut penggemar Yordania, merugikan tim mereka dan menyebabkan mereka kehilangan gelar.

Keputusan-keputusan ini memicu kemarahan besar di kalangan penggemar Yordania, bahkan mendorong tuntutan publik agar Asosiasi Sepak Bola Yordania mengajukan keberatan terhadap kehadirannya di final Piala Arab 2025. Penggemar Indonesia juga turut membanjiri media sosial Konfederasi Sepak Bola Asia dengan kritik, bahkan mengedit foto Ma Ning dengan kostum badut.

Tidak hanya itu, Ma Ning juga memimpin pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Indonesia dan Irak, di mana beberapa keputusannya dinilai sangat merugikan tim Indonesia. Media olahraga terkemuka Indonesia, Bola, bahkan menyebut kinerja Ma Ning "mengerikan," menuduhnya bias dan enggan berkonsultasi dengan VAR pada momen-momen krusial yang mungkin menguntungkan Indonesia.

Frustrasi tim Indonesia memuncak setelah kekalahan 0-1 dari Irak, yang berujung pada konfrontasi antara beberapa anggota tim dan ofisial dengan Ma Ning. Insiden ini mengakibatkan tiga kartu merah dikeluarkan oleh wasit, menambah daftar panjang kontroversi yang menyertainya.

Reaksi Publik terhadap Penunjukan Ma Ning di Piala Arab 2025

Meskipun rekam jejaknya diwarnai kontroversi, FIFA secara resmi menunjuk Ma Ning sebagai ofisial keempat untuk final Piala Arab 2025. Penunjukan ini sekali lagi memicu kemarahan di kalangan olahraga Yordania.

Publik Yordania mendesak Asosiasi Sepak Bola Yordania untuk campur tangan dan meminta pencopotannya dari daftar ofisial. Mereka melihat kehadiran wasit asal China tersebut, bahkan sebagai ofisial keempat, sebagai tekanan psikologis dan provokasi.

Kekhawatiran utama adalah potensi bias dan pertanyaan terhadap keadilan keputusan masa lalunya, yang dikhawatirkan dapat memengaruhi jalannya pertandingan. Situasi ini menunjukkan betapa sensitifnya penunjukan Ma Ning di tengah publik sepak bola.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan