Legenda Real Madrid Ini Bongkar Alasan Xabi Alonso Gagal di Bernabeu: Bukan Soal Taktik

Gareth Bale mengungkap alasan Xabi Alonso gagal di Real Madrid. Masalahnya bukan taktik, melainkan cara mengelola ego bintang.

Diterbitkan 23 Januari 2026, 18:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perpisahan Xabi Alonso dengan Real Madrid terjadi lebih cepat dari yang dibayangkan. Masa jabatannya sebagai pelatih kepala berakhir hanya sekitar tujuh bulan setelah ia resmi menangani Los Blancos.

Keputusan itu diambil usai Real Madrid menelan kekalahan di Piala Super Spanyol dari Barcelona. Tak lama berselang, klub langsung menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pengganti.

Saat pertama datang dari Bayer Leverkusen, Alonso membawa harapan besar. Reputasinya sebagai pelatih sukses membuat publik Bernabeu menaruh ekspektasi tinggi.

Namun, kenyataan di lapangan jauh dari kata ideal. Hubungan dengan pemain disebut tidak berjalan mulus hingga akhirnya kebersamaan itu berakhir prematur.

Bale: Alonso Pelatih Hebat, Tapi di Madrid Harus Jadi Manajer

Gareth Bale menilai kualitas kepelatihan Xabi Alonso sebenarnya tidak perlu diragukan. Prestasinya bersama Bayer Leverkusen menjadi bukti kapasitasnya sebagai pelatih top Eropa.

Masalahnya, menurut Bale, tantangan di Real Madrid berbeda dari klub lain. Bernabeu menuntut sosok yang lebih dari sekadar ahli strategi di pinggir lapangan.

Bale menyoroti pentingnya peran manajerial dalam mengelola ruang ganti berisi banyak bintang. Tanpa pendekatan yang tepat, kualitas taktik justru sulit diterapkan secara maksimal.

“Ia adalah pelatih yang luar biasa. Ia telah memenangkan apa yang telah ia menangkan di Bayer Leverkusen, ia telah memenangkan trofi, ia telah melatih tim dengan sangat baik," terangnya pada TNT Sports, via Marca.

"Tetapi ketika Anda tiba di Real Madrid, Anda tidak perlu menjadi pelatih, Anda perlu menjadi manajer. Anda perlu mengelola ego di ruang ganti,” sambungnya.

Bale: Real Madrid Tak Butuh Taktik Muluk-muluk

Menurut Bale, Real Madrid memiliki karakter yang unik dibanding klub lain. Di dalam tim terdapat banyak pemain yang bisa mengubah pertandingan dalam satu momen.

Kondisi itu membuat pendekatan taktik yang terlalu rumit justru tidak selalu efektif. Yang lebih dibutuhkan adalah menjaga kenyamanan dan kepercayaan para bintang.

Bale menilai fokus berlebihan pada skema permainan menjadi salah satu penyebab Alonso kesulitan. Real Madrid, baginya, adalah soal memaksimalkan individu kelas dunia.

“Anda harus memanjakan ego. Anda tidak perlu melakukan begitu banyak hal taktis. Di ruang ganti ada superstar yang dapat mengubah jalannya pertandingan dalam sekejap mata. Jadi, ya, Anda dapat mengatakan bahwa ia adalah pelatih dan ahli taktik yang hebat, tetapi di Real Madrid, jelas, itu tidak berhasil," ujar Bale.

(Marca)

Klasemen Liga Spanyol

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kalahkan Jepang, Atlet Indonesia Football e-League Juara eFootball di China

Dimas Ardi PrasetyaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan