Mohamed Salah Mulai Tersisih di Liverpool, Arab Saudi Kembali Menggoda

Situasi Mohamed Salah di Liverpool semakin kritis setelah performa menurun dan dicadangkan Arne Slot, membuka peluang klub Arab Saudi mendekat lagi dengan tawaran fantastis.

OlehThomas
Diterbitkan 04 Desember 2025, 23:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mohamed Salah, ikon Liverpool, dikabarkan mulai tersisih dari skuad utama The Reds seiring penurunan performa dan keputusan manajer Arne Slot untuk mencadangkannya. Situasi ini memicu spekulasi tentang masa depannya di Anfield. Klub-klub raksasa Arab Saudi dikabarkan kembali mendekat dengan tawaran menggiurkan.

Penurunan kontribusi Salah, yang kini berusia 33 tahun, terlihat jelas pada musim 2025/26, di mana ia hanya mencetak lima gol dan tiga assist dari 15 penampilan. Data statistik menunjukkan penurunan signifikan dalam berbagai aspek permainan, dari gol hingga dribel berhasil. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai peran sang bintang di tim.

Kondisi ini diperparah dengan keputusan Slot yang beberapa kali mencadangkan Salah dalam pertandingan penting Premier League, sebuah pemandangan langka di era sebelumnya. Di sisi lain, klub-klub Saudi Pro League, khususnya Al Hilal dan Al Qadsiah, disebut-sebut siap melayangkan tawaran fantastis untuk memboyongnya.

Penurunan Performa dan Peran Mohamed Salah di Liverpool

Mohamed Salah, yang sebelumnya menjadi motor serangan utama Liverpool, kini menghadapi kenyataan pahit berupa penurunan performa yang signifikan. Di usianya yang ke-33 tahun, kontribusinya pada musim 2025/26 jauh di bawah ekspektasi, terutama jika dibandingkan dengan musim sebelumnya saat ia berperan krusial dalam menjuarai Premier League.

Statistik Opta menunjukkan bahwa rata-rata gol per 90 menit Salah merosot tajam dari 0,68 menjadi 0,29. Demikian pula, expected goals (xG) miliknya menurun dari 0,63 menjadi 0,33, mengindikasikan kualitas peluang yang didapatkannya semakin rendah. Ini menjadi indikator kuat bahwa efektivitasnya di depan gawang tidak seperti dulu.

Tidak hanya gol, aspek lain seperti tembakan total, tembakan tepat sasaran, dribel berhasil, dan sentuhan di kotak penalti lawan juga mengalami penurunan. Dari 3,40 tembakan per 90 menit menjadi 2,20, dan dribel berhasil dari 1,40 menjadi 0,30. Angka-angka ini memperkuat dugaan bahwa Salah tidak lagi menjadi ancaman dominan seperti sebelumnya.

Situasi ini diperparah dengan jadwal Piala Afrika 2025 yang akan berlangsung dari 21 Desember 2025 hingga 18 Januari 2026. Salah akan absen membela Mesir, membuat Liverpool kehilangan pemain kunci hingga tujuh pertandingan penting domestik.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Manajer baru Liverpool, Arne Slot, telah menunjukkan sikap tegas dengan beberapa kali mencadangkan Mohamed Salah dalam pertandingan Premier League, termasuk saat melawan Sunderland dan West Ham United. Keputusan ini, yang jarang terjadi di musim-musim sebelumnya, memicu spekulasi luas mengenai hubungan antara Salah dan klub. Jamie Redknapp bahkan menyebutnya sebagai "titik kritis". Slot sendiri mengakui bahwa Salah sempat kecewa dengan keputusan pencadangan tersebut, namun memuji sikap profesional sang pemain. Namun, banyak pihak menilai bahwa tindakan Slot bukan sekadar rotasi biasa, melainkan sinyal jelas bahwa tidak ada pemain yang kebal dari kebijakan tim, termasuk bintang sekelas Salah. Ini menandakan era baru di bawah kepemimpinan Slot. Laporan dari Sport BILD edisi 3 Desember 2025 bahkan menyebutkan bahwa Salah kini menjadi sosok yang memicu perpecahan di ruang ganti. Statusnya yang tak tersentuh mulai goyah, dan egonya diklaim memberi pengaruh negatif pada dinamika tim. Banyak pemain dikabarkan merasa kontribusi Salah musim ini tidak sebanding dengan menit bermain dan nilai kontraknya yang tinggi. Ironisnya, Liverpool terlihat bermain lebih cair dan efektif saat Salah tidak berada di lapangan, seperti yang terlihat dalam kemenangan 2-0 atas West Ham United. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah Liverpool sedang belajar beradaptasi tanpa ketergantungan penuh pada Salah, atau justru sedang mencari formula terbaik untuk tim secara keseluruhan.

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan