Tottenham Krisis Performa di Kandang, MU Mulai Stabil di Bawah Amorim

Pertandingan antara Tottenham Hotspur dan Manchester United pada pekan ke-11 Premier League 2025/2026 akan menjadi salah satu laga yang menarik akhir pekan ini.

Diterbitkan 06 November 2025, 12:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Pertandingan antara Tottenham Hotspur dan Manchester United pada pekan ke-11 Premier League 2025/2026 akan menjadi salah satu laga yang menarik akhir pekan ini. Duel di Tottenham Hotspur Stadium tersebut dijadwalkan kick-off pada Sabtu, 8 November 2025, pukul 19.30 WIB.

Tottenham punya catatan yang kurang meyakinkan di kandang sendiri sepanjang tahun 2025, sedangkan MU sedang menemukan ritme permainan di bawah arahan Ruben Amorim. Kedua tim membawa misi berbeda — Spurs ingin mematahkan tren buruk di kandang, sementara MU berupaya menjaga momentum positif tanpa kekalahan.

Melihat tren pertemuan, laga ini pun punya cerita panjang. Tottenham menjadi batu sandungan bagi Manchester United dalam beberapa pertemuan terakhir, tetapi performa mereka di kandang musim ini justru mengkhawatirkan. Situasi tersebut membuat laga akhir pekan ini terasa sulit diprediksi.

Tottenham dan Krisis Performa di Kandang

Tottenham memang sempat berjaya atas Manchester United musim lalu dengan menyapu bersih dua kemenangan di Premier League. Jika mereka kembali menang, ini akan menjadi kali pertama Spurs meraih tiga kemenangan beruntun atas MU sejak musim 1959/1960. Namun, performa kandang mereka sepanjang tahun kalender 2025 justru menunjukkan tanda bahaya.

Tidak ada tim Premier League yang lebih sering kalah di kandang tahun ini dibanding Tottenham, dengan total sembilan kekalahan. Dalam sejarah mereka di liga, hanya pada tahun 1994 dan 2003 Spurs mencatatkan dua digit kekalahan kandang (masing-masing 10). Catatan itu menjadi cermin betapa rapuhnya lini pertahanan dan efisiensi serangan mereka.

Thomas Frank, yang kini menangani Spurs setelah masa sukses di Brentford, juga tengah menghadapi periode sulit. Dalam 16 laga kandang terakhir di Premier League bersama dua klub tersebut, Frank menelan sembilan kekalahan (menang 3, imbang 4). Sebelumnya, tim asuhannya sempat tak terkalahkan di delapan laga kandang (menang 7, imbang 1).

Masalah terbesar Tottenham musim ini ada pada tumpulnya lini depan. Dalam kekalahan 0-1 dari Chelsea pada pekan ke-10, Spurs hanya mencatatkan xG (expected goals) 0,1 — terendah di Premier League sejauh musim ini. Mereka juga hanya melepaskan rata-rata 9,7 tembakan per laga (97 dari 10 pertandingan), catatan terendah sejak musim 1997/1998.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Selain itu, Spurs juga semakin kehilangan identitas lokal. Hanya 7,8% menit bermain mereka musim ini diberikan kepada pemain asal Inggris, persentase terendah sepanjang sejarah klub di Premier League.

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan