Malam Indah Ekitike di Frankfurt: Gol, Hormat, dan Kemenangan Besar Liverpool

Ini malam yang sempurna bagi Liverpool di tanah Jerman, sekaligus mengakhiri tren buruk mereka dengan cara yang meyakinkan.

Diterbitkan 23 Oktober 2025, 17:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Liverpool akhirnya tersenyum lebar di ajang Liga Champions 2025/2026. Setelah menelan empat kekalahan beruntun di semua kompetisi, The Reds tampil garang di markas Eintracht Frankfurt dan menang telak 5-1. Meski sempat tertinggal lebih dulu, pasukan Arne Slot membalas dengan lima gol dari lima pemain berbeda.

Rasmus Kristensen sempat membuat publik Deutsche Bank Park bersorak lewat golnya di menit ke-26. Akan tetapi, Liverpool segera membalikkan keadaan melalui Hugo Ekitike pada menit ke-35, disusul gol Virgil van Dijk di menit ke-39 dan Ibrahima Konate di menit ke-44.

Dominasi Liverpool berlanjut di babak kedua. Cody Gakpo menambah keunggulan di menit ke-66, kemudian Dominik Szoboszlai menutup pesta gol empat menit berselang. Ini malam yang sempurna bagi Liverpool di tanah Jerman, sekaligus mengakhiri tren buruk mereka dengan cara yang meyakinkan.

Lima gol dari lima pemain berbeda membuat Liverpool menjalani malam yang nyaman di Jerman. Hasil ini terasa seperti titik balik bagi The Reds.

Ekitike: Pulang ke Rumah, Pulang dengan Gol

Salah satu kisah paling menarik dari kemenangan ini datang dari Hugo Ekitike. Penyerang muda Prancis itu mencetak gol penyam kedudukan Liverpool, dan yang lebih istimewa—ia melakukannya melawan mantan klubnya sendiri, Eintracht Frankfurt.

“Saya harus melakukannya (mencetak gol ke gawang mantan klub Frankfurt) – ini adalah sesuatu yang spesial bagi saya untuk kembali, bisa dibilang ke rumah. Saya mengenal semua orang di sini dan ini pertandingan yang istimewa bagi saya. Menang itu penting, dan mencetak gol di sini di Liga Champions membuat saya sangat bahagia,” ujar Ekitike kepada TNT Sports.

Gol

Ekitike hadir dengan ketenangan luar biasa. Ia menjelaskan, “Saya hanya berusaha tetap tenang. Saya tahu kiper (Michael Zetterer) akan maju dan membuka kakinya, jadi saya mencoba menaruh bola di antara kakinya, dan itu berhasil. Saya sangat menghormati Frankfurt – mereka membuat saya menjadi pemain seperti sekarang, dan saya tidak akan berada di posisi ini tanpa mereka. Jadi saya ingin tetap hormat dan berterima kasih atas apa yang mereka berikan kepada saya.”

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Rasa hormat itu terlihat jelas dari caranya merayakan gol—tenang, tanpa selebrasi berlebihan. Ini gestur elegan dari pemain muda yang tahu bagaimana menghargai masa lalunya.

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan