Gagal ke Putaran Final, Pesenam Putra Indonesia Petik Pelajaran Berharga di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025

Empat pesenam putra Indonesia tampil di kualifikasi Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025. Namun tidak ada yang lolos ke putaran final.

OlehThomas
Diterbitkan 20 Oktober 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Atlet senam putra Indonesia gagal lolos ke putaran final All Around pada Kejuaraan Dunia Senam Artistik yang berlangsung di Indonesia Arena pada Senin (20/10/2025). Empat pesenam Indonesia meraih hasil kurang menggembirakan di sesi kualifikasi.

Indonesia hanya menurunkan empat pesenam putra pada sesi kualifikasi ini yakni Abiyu Rafi, Agung Suci Akbar, Satria Tri Yudha dan Joseph Judah Hatoguan. Satu pesenam atas nama Muhammad Aprizal yang seharusnya tampil terpaksa absen karena sedang sakit flu.

Dari keempat atlet Indonesia yang berlaga Abiyu menempati posisi terbaik yakni di urutan 40 pada babak kualifikasi. Abiy yang turun pada keenam alat total mencatatkan poin 69.197.

Pesenam Indonesia dengan peringkat terbaik berikutnya adalah Satria Tri Yudha. Dia menempati posisi ke-55. Yudha mengoleksi total 46,498 poin dengan tampil di empat alat.

Sedangkan Agung dan Joseph tercecer jauh di papan bawah. Agung menempati posisi 204 dengan 11.133 poin. Sedangkan Josephg harus puas berada di posisi 212 dengan 08.00 poin. Agung dan Joseph sendiri hanya mengikuti satu nomor, kuda-kuda pelana.

Tegang Hadapi Pesenam Kelas Dunia

Kegagalan ini menurut para pesenam Indonesia ini salah satunya karena merasa tegang baru pertama kali main di kejuaraan dunia senior. Apalagi lawan yang dihadapi sudah berpengalaman dan banyak yang telah ikut Olimpiade.

“(Saya) masih terlalu tegang karena ini merupakan kejuaraan dunia senior pertama kami. Kalau junior sudah pernah, cuma ini kayak lebih tegang, gugup pastinya, karena kita tuan rumah harus mempersiapkan semaksimal mungkin,” kata Abiyu dalam jumpa pers di Indonesia Arena seusai bertanding.

“Mental sih. Terus lawannya juga para Olimpian semua kan, jadi seperti banyak belajar. Evaluasi lagi setelah ini sudah pasti, target berikutnya tidak di sini saja,” sambung Abiyu.

Jadi Pelajaran Berharga

Ajang Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 ini akan dijadikan ajang memetik pengalaman berharga. Apalagi para pesenam Indonesia ini akan segera berlaga di SEA Games 2025.

"Ini pengalaman paling berharga karena pertama kali di kejuaraan dunia. Melawan atlet-atlet yang sudah tampil di Olimpiade. Melihat mereka exercise waduh canggung sama gerakan kita sendiri. Tidak percaya diri," tutur Akbar.

"Kita harus melawan para atlet yang sudah main di Olimpiade. Jadi kita kayak banyak belajar. Evaluasi lagi sih habis ini yang pasti. Target selanjutnya tidak disini saja," tegas Abiyu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Bagaimana Kylian Mbappe Membujuk Michael Olise untuk Gabung Real Madrid

ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan