Cerita Karier Gemilang Gerard Pique: Dibentuk di Manchester, Bersinar di Barcelona

Gerard Pique bercerita bagaimana pengalaman di Manchester United, terutama belajar dari Rio Ferdinand, membentuk dirinya jadi bek top dunia di Barcelona.

Diterbitkan 13 Oktober 2025, 11:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Hubungan kami dengan Cristiano sangat baik karena ia juga tidak banyak berbicara bahasa Inggris, dan kami sedikit berbicara bahasa Portugis. Dengan Tevez, kami berbicara bahasa Spanyol. Patrice, seingat saya, juga banyak membantu. Ada banyak pemain yang sangat bagus. Lalu ada tim Inggris, ada Paul Scholes, Ryan Giggs, dan Neville bersaudara,” ungkapnya.

Kedekatan dengan para pemain itu membuat Pique cepat beradaptasi dengan kehidupan di Inggris. Ia belajar cara kerja tim besar, disiplin dalam latihan, dan bagaimana menjaga fokus di tengah tekanan tinggi.

Pengalaman itu pula yang membentuk mentalitasnya. Saat kembali ke Camp Nou, ia membawa karakter kuat khas Premier League yang kemudian berpadu dengan filosofi permainan Barcelona. Hasilnya adalah kombinasi ideal antara kekuatan fisik dan kecerdasan taktik.

Era Keemasan Bersama Barcelona

Kepulangan Gerard Pique ke Barcelona pada 2008 menjadi titik balik besar dalam kariernya. Di bawah Pep Guardiola, ia segera menjadi bagian penting dari tim yang kemudian mendominasi sepak bola dunia. Bersama Carles Puyol, Dani Alves, dan Eric Abidal, Pique membentuk salah satu lini belakang paling solid dalam sejarah klub.

Selama 14 musim bersama Blaugrana, Pique tampil dalam lebih dari 600 pertandingan di semua kompetisi. Ia memenangkan 30 trofi utama, termasuk 9 gelar La Liga, 3 Liga Champions, dan 7 Copa del Rey. Selain itu, ia juga dua kali meraih treble bersama Barcelona, pada musim 2008/09 dan 2014/15, sebuah pencapaian langka di dunia sepak bola.

Pique juga menjadi bagian dari generasi emas Timnas Spanyol yang memenangkan Piala Dunia 2010 dan Euro 2012. Setelah pensiun pada 2022, ia meninggalkan warisan besar sebagai salah satu bek terbaik yang pernah dimiliki Spanyol dan Barcelona.

Kini, saat menengok ke belakang, Pique tidak lupa berterima kasih kepada Manchester United. Di sanalah fondasi kariernya dibangun, termasuk pelajaran berharga dari Rio Ferdinand dan rekan-rekan setim yang membentuk dirinya menjadi legenda di Camp Nou.

(Podpah/Tranfermarkt)

Klasemen La Liga

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Dimas Ardi PrasetyaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan