Jalan Terjal tapi Masih Terbuka: Begini Skenario Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia

Pintu ke Piala Dunia 2026 masih terbuka. Indonesia harus menang minimal selisih 2 gol atas Irak, lalu berharap Irak menang tipis (maksimal 1 gol) atas Arab Saudi. Ini penjelasan aturannya.

Diterbitkan 09 Oktober 2025, 04:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Indonesia kalah 2-3 dari Arab Saudi pada matchday 1 Ronde 4 kualifikasi zona Asia. Format Ronde 4 berisi dua grup yang masing-masing dihuni tiga tim dan dimainkan di venue terpusat.

Hanya juara grup yang langsung lolos ke putaran final, sementara runner-up masuk Ronde 5 (play-off antartim Asia) untuk mengejar tiket ke playoff antarkonfederasi.

Dengan format seketat ini, hitung-hitungan jadi krusial sejak laga pertama. Kabar baiknya: skenario Indonesia untuk merebut puncak grup masih ada. Kuncinya ada di dua pertandingan tersisa di Grup B: Indonesia vs Irak dan Arab Saudi vs Irak.

Aturan pemisah jika poin imbang mengikuti standar FIFA: selisih gol keseluruhan lebih dulu, lalu jumlah gol, kemudian kriteria berikutnya jika masih imbang. Itu sebabnya margin skor “minimal 2 gol” dan “maksimal 1 gol” penting untuk mengunci selisih gol terbaik Indonesia.

Skenario Utama: Menang Besar atas Irak, Irak Menang Tipis atas Saudi

Jika Indonesia mengalahkan Irak dengan selisih minimal dua gol, poin Garuda menjadi 3 dan selisih gol berbalik positif.

Pada laga terakhir, jika Irak mengalahkan Arab Saudi dengan selisih maksimal satu gol, maka ketiga tim akan sama-sama mengoleksi 3 poin.

Dalam situasi tiga tim imbang poin, penentuan juara grup melihat selisih gol total di fase grup. Dengan asumsi saat ini Indonesia -1 (kalah 2-3), menang 2-0 atas Irak akan membawa Indonesia ke +1.

Saudi akan turun ke 0 jika kalah 0-1 dari Irak, dan Irak akan berada di -1 (kalah 0-2 dari Indonesia, menang 1-0 atas Saudi). Hasilnya: Indonesia juara grup dan langsung lolos ke Piala Dunia 2026.

Mengapa Harus Minimal 2 Gol dan Maksimal 1 Gol?

Menang hanya selisih 1 gol atas Irak belum tentu cukup, karena saat tiga tim berakhir 3 poin, selisih gol Indonesia bisa tetap nol atau kalah produktivitas dari Saudi.

Sebaliknya, jika Irak mengalahkan Saudi lebih dari 1 gol, selisih gol Irak bisa menyamai atau melampaui Indonesia sehingga posisi puncak tidak aman.

Dengan patokan menang 2 gol dan Irak menang 1 gol atau kurang atas Saudi, kalkulasi selisih gol menempatkan Indonesia di atas dua pesaing, sesuai urutan tiebreaker yang berlaku.

Jika Indonesia tidak bisa menang dua gol, peluang tidak tertutup sepenuhnya: runner-up grup akan bertarung di Ronde 5 (dua leg, November) untuk memperebutkan tiket ke playoff antarkonfederasi.

Namun jalur ini lebih panjang dan berisiko, sehingga menang besar atas Irak tetap menjadi prioritas.

 
 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tempat Menonton Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026

Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan