Kronologi Naturalisasi Ilegal Timnas Malaysia: Dilaporkan Vietnam, FAM Diduga Lakukan Pemalsuan Dokumen

FIFA menyatakan FAM telah melakukan proses naturalisasi ilegal untuk 7 pemain keturunan Timnas Malaysia.

Diterbitkan 07 Oktober 2025, 10:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kabar naturalisasi tujuh pemain itu sempat menimbulkan kontroversi baik di Malaysia maupun di sejumlah negara ASEAN lainnya. Pasalnya, ketujuh pemain itu berasal dari Portugal, Argentina, dan Brasil, sementara Malaysia tidak memiliki sejarah migrasi yang kental dari tiga negara tersebut.

Pada Maret 2025, Parlemen Malaysia sempat nyaris memboikot proses naturalisasi tujuh pemain tersebut. Hal ini disebabkan garis keturunan mereka yang tidak jelas dan mereka dinilai tidak memenuhi syarat pemerintah Malaysia untuk naturalisasi, yaitu: bermain di Liga Malaysia selama lima tahun berturut-turut mulai usia 18 tahun dan belum pernah bermain untuk timnas senior lain.

Namun berkat lobi-lobi yang dilakukan FAM, proses naturalisasi itu akhirnya dilanjutkan pada bulan itu juga. Hector Hevel dan Gabriel Palmero menjadi dua pemain pertama yang resmi dinaturalisasi FAM.

Kecurigaan dan Laporan Vietnam

Setelah proses naturalisasi selesai, Timnas Malaysia resmi diperkuat oleh tujuh pemain yang mereka klaim memiliki keturunan darah Malaysia. Dampak yang diberikan ketujuh pemain ini tergolong impresif.

Salah satunya terjadi pada jeda internasional bulan Juni 2025. Saat itu, Malaysia menggelar laga uji coba melawan salah satu tim terkuat di ASEAN, Vietnam.

Dalam laga tersebut, Harimau Malaya menang dengan skor telak 4-0 atas The Golden Star. Dua pemain naturalisasi baru mereka, Joao Figueiredo dan Rodrigo Holgado, turut mencetak gol pada laga ini.

Federasi sepak bola Vietnam dikabarkan kemudian melayangkan laporan ke FIFA terkait dugaan pelanggaran kelayakan lima pemain naturalisasi Malaysia yang bermain pada saat itu, yaitu Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel. Vietnam mengklaim bahwa kelima pemain itu tidak memiliki keturunan Malaysia sehingga seharusnya tidak sah bermain di laga tersebut.

FIFA Nyatakan FAM Bersalah

Sekitar tiga bulan setelah laporan Vietnam itu masuk, FIFA mengumumkan hasil investigasi awal mereka. FIFA menyatakan bahwa kelima pemain naturalisasi Malaysia itu memang tidak sah untuk bermain.

"Setelah melalui proses reguler, Komite Disiplin FIFA mengevaluasi semua bukti yang ada dan menjatuhkan sanksi," tulis FIFA.

"Lebih lanjut, masalah terkait kelayakan para pemain untuk membela tim perwakilan Malaysia telah dirujuk oleh Komite Disiplin FIFA kepada Tribunal Sepak Bola FIFA untuk dipertimbangkan."

FAM tidak tinggal diam. Mereka mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa proses naturalisasi mereka sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mereka akan mengajukan banding untuk membuktikan bahwa mereka tidak bersalah.

FIFA Rilis Hasil Investigasi Lengkap

Menanggapi pernyataan resmi FAM itu, pada hari Senin (8/10/2025) malam, FIFA akhirnya merilis hasil investigasi lengkap mereka terkait proses naturalisasi Timnas Malaysia. FIFA menemukan bahwa FAM melakukan pemalsuan dokumen untuk proses naturalisasi tersebut.

Dalam dokumen yang disetorkan FAM ke FIFA, para kakek-nenek pemain naturalisasi ini diklaim lahir di Malaysia. Namun, investigasi FIFA menemukan bahwa tidak ada satu pun dari kakek-nenek para pemain naturalisasi ini yang benar-benar lahir di Malaysia.

Oleh karena itu, FIFA menuding telah terjadi pemalsuan dokumen yang dilakukan FAM dalam proses naturalisasi ini. Akibatnya, FIFA menjatuhkan sanksi kepada FAM dan ketujuh pemain tersebut.

FAM dijatuhi denda sebesar CHF 350.000 (setara Rp7,3 miliar). Tujuh pemain yang terlibat juga dikenai sanksi masing-masing CHF 2.000 (sekitar Rp41 juta) serta larangan bermain di kompetisi internasional selama 12 bulan.

FAM kembali merespons laporan FIFA itu. Mereka sekali lagi mengklaim tidak bersalah dan menyatakan telah melakukan proses naturalisasi sesuai dengan arahan FIFA. Sebagai tindak lanjut, FAM akan mengajukan banding dalam waktu dekat.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Serafinus Sapto Prasetyo UnuspasiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan