Menikmati Australia yang Berbeda di Darwin

Darwin sedikit berbeda dengan kota-kota besar lain di Australia. Suasananya begitu nyaman, cuaca mirip dengan Indonesia. Buaya jadi andalan Darwin.

OlehThomas
Diterbitkan 25 September 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com yang hadir di Darwin memenuhi undangan Tourism Northern Territory (TNT) dan AirAsia Indonesia berkesempatan menyaksikan langsung tabung masuk ke dalam kolam pada Sabtu, 20 September 2025. Begitu tabung masuk, buaya raksasa menghampiri dan berputar-putar mengelilingnya.

Di dalam tabung transparan itu, pengunjung bisa berenang atau sekadar duduk dan berdiri menyaksikan buaya besar datang mendekat. Setiap tabung bisa diisi satu atau dua orang. Pengunjung akan berada dalam tabung sekitar 15 menit.

Bersahabat dengan Buaya

Tak hanya Kandang Kematian, Crocosaurus Cove juga punya atraksi lain yang berhubungan dengan buaya seperti memberi makanan kepada buaya raksasa tersebut. Wisatawan yang berada dalam kolam bisa melihat dengan dekat ketika buaya mengunyah makanan yang diberikan.

Dipinggir kota Darwin juga ada hiburan Jumping Croc Cruise. Turis akan diajak menaiki perahu kecil yang berkeliling di Sungai Adelaide. Disepanjang perjalanan, turis akan berkesempatan melihat buaya muncul mengambil makanan yang disodorkan dengan bambu dari atas perahu.

Sensasi mendebarkan dirasakan karena beberapa kali buaya berukuran besar sempat menabrak perahu ketika berusaha mengambil umpan makanan.

Slow Living di Darwin

Selain soal buaya dan cuaca yang mirip dengan Indonesia, kehidupan di Darwin terasa nyaman untuk menjalani slow living. Aktivitas di kota Darwin tidak terlalu padat. Bahkan jalanan sudah sepi di atas jam sembilan malam.

Toko-toko di Darwin kebanyakan sudah tutup pada sore hari. Pengecualian hanya pada supermarket yang masih buka sampai jam 22.00. Di jalan Mitchell yang merupakan pusat bisnis dan hiburan contohnya. Saat hari kerja, Senin sampai Jumat, bar dan cafe sepi di malam hari.

Cafe dan Bar baru ramai saat akhir pekan terutama ketika ada nonton bareng pertandingan Australian Football League. Olahraga ini memang begitu populer di Australia. Saat Liputan6.com berkunjung, Australian Football League sudah memasuki babak semifinal sehingga acara nobar dipadati penonton.

Darwin sangat nyaman untuk menjalani kehidupan yang lamban karena ditunjang fasilitas yang sangat baik. Pedestrian disana begitu rapi. Bahkan masih ada telepon umum gratis yang bisa ditemukan dipinggir-pinggir jalan. Kotak pos juga masih ada di beberapa sudut jalanan kota Darwin.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan