Bodo/Glimt & Aspmyra Stadion: Benteng Arktik Dengan Rumput Sintetis yang Pernah Bikin Mourinho Hingga Mees Hilgers Tersandung

Aspmyra Stadion, markas Bodo/Glimt, dikenal dengan rumput sintetisnya yang bikin banyak klub Eropa kewalahan. Dari AS Roma asuhan Mourinho hingga Twente milik Mees Hilgers, semua pernah merasakan pahitnya bermain di stadion berjuluk Benteng Arktik tersebut.

Diperbarui 27 Agustus 2025, 16:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Konsistensi performa kandang Bodo/Glimt terlihat jelas sejak 2021. Catatan apik itu membuat Aspmyra mendapat label sebagai salah satu stadion paling sulit di kawasan Skandinavia.

Korban-Korban Besar di Aspmyra: Dari Mourinho Hingga Mees Hilgers

Sejumlah klub ternama Eropa sudah merasakan sulitnya bermain di Aspmyra. Salah satunya adalah AS Roma yang kala itu dilatih Jose Mourinho.

Pada fase grup UEFA Conference League 2021/22, Roma kalah telak 6-1 dari Bodo/Glimt. Kekalahan itu menjadi salah satu yang terburuk sepanjang karier kepelatihan Mourinho..

Korban lainnya adalah FC Porto, mantan tim asuhan Mourinho. Dalam laga pembuka Liga Europa 25 September 2024, Bodo/Glimt menang 3-2 meski sempat tertinggal lebih dulu. Kemenangan tersebut mempertegas reputasi Aspmyra sebagai kandang angker.

Aspmyra juga mencatat kemenangan 2-0 atas Lazio di perempat final Liga Europa 2024/25. Laga digelar dalam kondisi bersalju, tetapi tetap berjalan lancar berkat permukaan sintetis yang tahan cuaca.

Bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers, juga pernah merasakan pahitnya Aspmyra. Pada Februari 2025, Twente yang dibelanya kalah 5-2, bahkan Hilgers mencetak gol bunuh diri di penghujung laga.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Dimas Ardi PrasetyaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan