Kasus dan Tuntutan Lassana Diarra: 'Bosman Baru' yang Mengguncang FIFA

Dunia sepak bola diguncang oleh potensi putusan hukum yang bisa mengubah peta transfer pemain secara besar-besaran.

Diperbarui 20 Agustus 2025, 20:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sebelum putusan itu, klub masih bisa meminta biaya transfer meski kontrak pemain sudah berakhir. Bosman mengubah semuanya, memberi kebebasan yang lebih luas bagi pesepak bola Eropa dalam menentukan masa depan mereka.

Kini, Diarra menantang regulasi FIFA dengan landasan hukum yang mirip. Fokusnya ada pada kebebasan bergerak sebagai pekerja, yang juga dilindungi oleh aturan Uni Eropa.

Revisi Regulasi dan Keseimbangan Baru

Putusan CJEU membuat FIFA harus merevisi RSTP mereka secara signifikan. Salah satu fokusnya adalah soal kompensasi wajib dan tanggung jawab klub baru yang merekrut pemain dengan kontrak bermasalah.

FIFA mengaku siap menyesuaikan aturan dengan panduan CJEU, tetapi tantangannya adalah menjaga stabilitas kontrak tanpa melanggar kebebasan pemain. Ini bisa menjadi pergeseran besar dalam keseimbangan antara klub dan pemain.

Jika direvisi, aturan baru bisa membuat pemain lebih mudah memutus kontrak tanpa takut sanksi berat. Hal ini tentu akan mengubah fondasi pasar transfer global.

Potensi Dampak Lebih Luas

Kasus Diarra juga memicu gugatan class action dari yayasan Belanda bernama Justice for Players (JFP). Gugatan itu mengklaim bahwa aturan FIFA telah merugikan sekitar 100.000 pemain selama lebih dari dua dekade.

Jika JFP menang, kerugian yang harus ditanggung FIFA dan federasi sepak bola bisa mencapai miliaran euro. Ini jelas akan menjadi guncangan besar lain dalam sejarah olahraga modern.

Pada akhirnya, putusan Diarra memperlihatkan bahwa sepak bola tak bisa lagi berdiri di luar sistem hukum. Dunia olahraga kini dituntut tunduk pada aturan ketenagakerjaan yang berlaku umum, sama seperti industri lain.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan