Tyrell Malacia Tambah Deretan Masalah Sulitnya Jual Pemain yang Dihadapi Manchester United

Manchester United tengah menghadapi tantangan besar dalam proses perombakan skuadnya musim panas ini. Meski Ruben Amorim telah memulai langkah restrukturisasi, klub justru dihadapkan pada kendala pelik: banyaknya pemain yang tak lagi masuk dalam rencana tim namun sulit untuk dijual.

Diterbitkan 30 Juni 2025, 15:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ketiganya kembali ke Carrington setelah sempat mengalami masa sulit musim lalu. Sancho dipinjamkan ke Borussia Dortmund, sementara Rashford dan Antony tampil jauh di bawah ekspektasi.

Ruben Amorim sejauh ini tidak memberikan sinyal akan mempertahankan mereka, dan ketiganya kabarnya mulai menjajaki peluang hengkang. Namun sekali lagi, tingginya gaji dan performa yang menurun menjadi hambatan utama dalam proses negosiasi dengan klub lain.

Garnacho Juga Susah Dijual

Sementara itu, Alejandro Garnacho—salah satu bintang muda yang sebelumnya digadang-gadang sebagai masa depan klub—justru ikut menambah kontroversi.

Dalam sebuah unggahan di media sosial saat liburan, ia terlihat mengenakan jersey Aston Villa bertuliskan nama Marcus Rashford di bagian belakang. Aksi tersebut memicu kemarahan petinggi klub yang menilai tindakan itu sebagai bentuk ketidakprofesionalan.

Garnacho sendiri, bersama Rashford dan Antony, masih terikat kontrak hingga tahun 2028. Kontrak panjang ini membuat klub tidak memiliki banyak ruang untuk manuver.

MU Harus Tanggung Risiko

Jika mereka tetap ingin melepas pemain-pemain ini, Manchester United kemungkinan besar harus siap menanggung sebagian gaji agar proses peminjaman atau penjualan bisa terealisasi. Praktik ini bukan hal baru bagi United, mengingat mereka pernah melakukan hal serupa pada musim lalu demi merampingkan skuad.

Meski klub telah mendatangkan Matheus Cunha sebagai salah satu bagian dari proyek Amorim, proses perombakan skuad nyatanya tidak bisa berjalan cepat.

Banyaknya pemain yang sulit dijual membuat pergerakan di bursa transfer menjadi lambat. United saat ini tampaknya harus lebih fleksibel, bahkan rela menjual rugi sejumlah nama demi memberi ruang bagi wajah-wajah baru yang lebih sesuai dengan visi pelatih.

Fans MU Frustrasi

Bagi fans, kondisi ini tentu menjadi frustrasi tersendiri. Klub yang dulu terkenal sebagai tempat berkembangnya pemain-pemain muda berbakat, kini justru kesulitan membereskan skuadnya sendiri.

Apalagi, musim baru sudah semakin dekat, dan Ruben Amorim membutuhkan komposisi tim yang solid sejak pramusim agar bisa bersaing lebih baik di Premier League maupun kompetisi Eropa.

Dengan waktu yang terus berjalan dan bursa transfer yang terus memanas, Manchester United kini berpacu dengan situasi yang kompleks. Mereka tak hanya dituntut untuk membeli pemain baru, tetapi juga harus segera menyelesaikan persoalan pemain-pemain yang tak terpakai—agar proyek besar Ruben Amorim bisa dimulai tanpa beban dari masa lalu.

Sumber: Mirror

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ari Rachman PrayogaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan