Rafael Struick di Timnas Indonesia: Pilar Era Shin Tae-yong, Terpinggirkan Era Patrick Kluivert

Rafael Struick pernah menjadi sosok yang sangat diandalkan di lini depan Timnas Indonesia

Diperbarui 11 Juni 2025, 13:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dalam empat laga pertama bersama Kluivert, Rafael Struick hanya sekali dimainkan. Itu pun hanya tampil selama 45 menit saat Indonesia dibekap Australia. Tiga pertandingan berikutnya, namanya tak masuk dalam rencana utama, bahkan hanya menjadi pemanis bangku cadangan.

Padahal, Struick datang dengan status sebagai salah satu pemain paling sering dipanggil selama dua tahun terakhir. Tapi Kluivert memilih arah berbeda.

Kluivert lebih menyukai komposisi pemain depan yang dinamis, dengan nama-nama seperti Marselino Ferdinan, Ragnar Oratmangoen, dan Egy Maulana Vikri menjadi pilihan utama. Bahkan, Kluivert memberi kesempatan debut kepada Beckham Putra dan memanggil lagi nama lawas Stefano Lilipaly.

Apakah Masih Ada Harapan Bagi Rafael Struick?

Masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa era Rafael Struick di Timnas Indonesia benar-benar telah berakhir. Namun, jelas bahwa peran dan posisi yang ia nikmati selama era Shin Tae-yong kini telah berubah drastis.

Jika ingin kembali merebut tempatnya, Struick harus menunjukkan adaptasi terhadap filosofi baru Kluivert. Ia juga perlu meningkatkan aspek finishing dan kontribusi langsung ke gawang lawan, yang selama ini menjadi titik lemah dalam kariernya bersama Garuda.

Lebih dari itu, Struick perlu mendapatkan klub yang tepat. Struick wajib bermain secara reguler bersama klub barunya nanti agar mendapatkan tingkat kebugaran yang bagus untuk kembali bersaing di Timnas Indonesia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Asad ArifinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan