3-0 Bukan Akhir: Kisah Comeback Ajaib Liverpool atas AC Milan di Final Liga Champions 2005

Final Liga Champions 2005 di Istanbul menyajikan salah satu kisah paling epik dalam sejarah sepak bola Eropa. Liverpool bangkit dari ketertinggalan tiga gol untuk akhirnya keluar sebagai juara lewat drama adu penalti.

Diperbarui 28 Mei 2025, 17:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Gattuso Merasa Sudah Menang, Tapi Salah Besar

Di sisi Milan, suasana berbeda terasa ketika para pemain masuk ke ruang ganti. Ada kepercayaan berlebih dari para pemain Rossoneri bahwa laga sudah aman di tangan.

Riise menyebutkan bahwa Gennaro Gattuso menunjukkan sikap terlalu percaya diri. Hal itu terekam jelas di benaknya ketika turun minum.

"Saat saya turun ke lorong di babak pertama, Gattuso jadi dirinya sendiri," ucap Riise.

"Entah dia sedang merayakan atau bagaimana, tapi rasanya dia sudah merasa menang," lanjut Riise.

Energi Baru dari Gerrard, Mental Milan Mulai Goyah

Gol Steven Gerrard di menit ke-54 jadi titik balik kebangkitan Liverpool. Hanya dua menit kemudian, Vladimir Smicer mencetak gol kedua yang membuat Milan mulai panik.

Dari sana, perubahan sikap terlihat jelas. Para pemain Milan mulai kehilangan fokus dan emosi mereka mulai tidak stabil.

"Bagi saya pribadi, momen perubahan itu saat skor jadi 3-2," ujar Riise.

"Gattuso mulai berteriak-teriak. Saat kami menyamakan kedudukan 3-3, kami harus tenang karena kami tidak mau buru-buru menyerang dan malah kebobolan lagi jadi 4-3," katanya.

Adu Penalti Menegangkan dan Aksi Heroik Dudek

Adu penalti dimulai dengan buruk bagi Milan. Serginho menjadi penendang pertama dan tendangannya melambung jauh di atas mistar.

Pirlo juga gagal mencetak gol setelah tendangannya diselamatkan dengan gemilang oleh kiper Liverpool, Jerzy Dudek. Sementara itu, Liverpool berhasil mengonversi dua penalti pertama melalui Dietmar Hamann dan Djibril Cisse.

Liverpool punya peluang untuk unggul 3-1, tetapi eksekusi John Arne Riise digagalkan oleh Dida. Kaka dan Smicer kemudian sukses menjalankan tugas mereka sebagai eksekutor.

Andriy Shevchenko harus mencetak gol untuk menjaga peluang Milan tetap hidup. Namun, Dudek kembali menjadi pahlawan dengan menepis bola menggunakan tangan kirinya dan memastikan gelar Liga Champions kelima bagi Liverpool.

Sumber: taslkSPORT

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Aga Deta AndityaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan