Ketika Jimat Casemiro Kalah dari Kutukan Andre Onana di Manchester United

Ada optimisme tinggi di Manchester United pada laga final Liga Europa. Sebab, MU punya 'jimat' bernama Casemiro

Diperbarui 22 Mei 2025, 13:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ada optimisme tinggi di Manchester United pada laga final Liga Europa. Sebab, MU punya 'jimat' bernama Casemiro. Namun, jimat itu ternyata kalah kuat dari 'kutukan' yang dibawa Andre Onana.

Final Liga Europa mempertemukan MU dan Tottenham, dua tim papan bawah klasemen Premier League. Laga final dimainkan di Stadion San Mames pada Kamis (22/5) dini hari WIB.

Tottenham menang dengan skor pada laga itu, lewat gol Brennan Johnson pada menit ke-42. Tottenham bikin gol dari satu-satunya shots on target yang mampu mereka lepaskan. Satu peluang, satu gol. Sangat efektif.

Bagi Tottenham, ini adalah gelar pertama yang mereka raih setelah 17 tahun puasa. Tottenham meraih trofi yang sangat penting. Sementara, MU harus melanjutkan kutukan dari Andre Onana.

Jimat Casimiro tak Berlaku

Tottenham sudah sangat lama tidak juara. Di sisi lain, MU punya 'jimat' bernama Casimiro. Pemain asal Brasil itu selalu juara pada lima laga final Eropa (Liga Champions) yang dimainkan.

Tuah Casemiro saat membawa Real Madrid berjaya di Liga Champions diharapkan hadir di San Mames. Namun, pemain 33 tahun itu tak mampu menjadi jimat kemenangan bagi MU di final Liga Europa.

Alih-alih melanjutkan catatan apik Casimiro, MU justru meneruskan tradisi buruk Andre Onana pada laga final Eropa. Andre Onana punya 'kutukan' karena selalu kalah pada dua final Eropa yang sudah dimainkan.

Final pertama Onana adalah Liga Europa 2017, bersama Ajax Amsterdam. Mereka kalah 0-2 dari MU. Final kedua dicapai bersama Inter Milan, di Liga Champions 2023. Inter Milan kalah 1-0 dari Manchester City. Onana kalah lagi pada final ketiganya.

Ruben Amorim Yakin MU Sudah Tampil Bagus

Bagi Ruben Amorim, kekalahan di final Liga Europa menyisakan rasa sakit yang dalam. Apalagi, sang manajer meyakini bahwa MU tampil lebih baik dari Tottenham. Namun, MU tidak mampu memenangkan pertandingan final.

"Saya rasa saya selalu jujur ​​dengan kalian semua. Kami tidak tampil sempurna hari ini, tetapi kami lebih baik dari lawan, dan lawan juga bermain," kata Amorim.

"Di babak kedua, kami mencoba segalanya, dengan bek tengah, dengan pemain sayap, umpan silang masuk ke dalam kotak penalti. Saya rasa saya benar-benar jujur ​​dengan kalian semua," sambung manajer asal Portugal tersebut.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Prediksi Skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Demi Akhiri Paceklik Gelar

Asad ArifinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan