Harga Mahal Revolusi di Old Trafford: Manchester United Dilanda Badai Finansial

Laporan keuangan terbaru Manchester United mengungkap fakta mengejutkan. Klub harus merogoh kocek dalam-dalam hingga 14,5 juta poundsterling sebagai kompensasi untuk mantan pelatih Erik ten Hag, jajaran stafnya, dan mantan direktur olahraga Dan Ashworth.

Diterbitkan 21 Februari 2025, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
p>"Program regenerasi ini merupakan hasil kerja keras Gugus Tugas Regenerasi Old Trafford. Kami optimis proyek ini akan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi kawasan sekitar stadion di masa mendatang," tambah Berrada.

Skuad Manchester United Juga Perlu Dirombak

Ruben Amorim, pelatih anyar Manchester United, dengan tegas mengakui realita pahit yang dihadapi klubnya. Setan Merah harus melepas sejumlah pemain sebelum bisa mendatangkan wajah baru pada bursa transfer musim panas mendatang.

Meski berhasil mendatangkan dua talenta muda pada Januari yaitu Patrick Dorgu dan Ayden Heaven, klub memilih untuk tidak memperkuat lini serang telah melepas Antony dan Marcus Rashford dengan status pinjaman.

Musim panas 2025 diprediksi akan menjadi saksi perombakan besar-besaran di Old Trafford. Trio senior Victor Lindelof, Christian Eriksen, dan Jonny Evans akan meninggalkan klub dengan status bebas transfer. Sementara nama-nama besar seperti Casemiro, Rashford, Antony, dan Rasmus Hojlund masuk dalam daftar pemain yang berpotensi dijual.

Yang lebih mengejutkan, regulasi terkait profit dan sustainabilitas finansial klub membuat tawaran untuk dua permata muda Kobbie Mainoo dan Alejandro Garnacho juga akan dipertimbangkan MU.

Suporter Manchester United Resah

Para pendukung setia Manchester United akhirnya angkat bicara menghadapi situasi ini. Sebab, meski memiliki salah satu pendapatan tertinggi di dunia sepak bola, klub tengah menghadapi badai finansial yang mengkhawatirkan.

Beban utang menjadi momok menakutkan dengan bunga mencapai 19 juta poundsterling dalam enam bulan. Ditambah kompensasi 14,5 juta poundsterling untuk pergantian pelatih dan direktur, serta catatan buruk transfer pemain selama satu dekade terakhir, kelompok suporter Setan Merah resah karena pemilik juga berencana menaikkan harga tiket demi mengurangi beban keuangan..

 

"Kenaikan harga tiket 66 poundsterling yang hanya menghasilkan kurang dari 2 juta poundsterling tentu bukan solusi," tegas juru bicara Manchester United Supporters Trust. "Menaikkan harga tiket justru akan kontraproduktif, merusak hubungan dengan suporter dan berpotensi memperburuk performa tim."

Pernyataan keras pun dilontarkan dengan menyatakan bahwa pendukung setia tidak seharusnya menanggung beban dari kesalahan manajemen dan utang yang mencekik.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rahmat Fathurahman, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan