5 Pengkhianat Terbesar di El Clasico

El Clasico, pertandingan yang selalu dinanti antara dua raksasa sepak bola Spanyol, Real Madrid dan Barcelona.

OlehThomas
Diterbitkan 25 Oktober 2024, 00:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kontribusinya membawa FC Barcelona meraih trofi Piala Winners UEFA, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol. Namun, karena permasalahan kontrak, Inter Milan memanfaatkan klausul pelepasannya yang membuat para penggemar di Catalonia merasa kehilangan ketika ia pergi.

Lima tahun kemudian, Ronaldo bergabung dengan Real Madrid dan disambut hangat oleh bintang-bintang seperti Zinedine Zidane, David Beckham, dan Roberto Carlos. Meski harus menghadapi berbagai cedera, Ronaldo tetap meraih kesuksesan besar di Real Madrid, memenangkan Ballon d'Or, gelar LaLiga, Piala Interkontinental, Piala Super Spanyol, dan mencetak 83 gol dari 127 penampilannya.

Michael Laudrup

Dianggap sebagai salah satu pemain terhebat di generasinya, Michael Laudrup adalah sosok penting dalam Tim Impian Johan Cruyff di FC Barcelona, bersama dengan Ronald Koeman.

Di bawah bimbingan Cruyff, Laudrup berhasil meraih sembilan trofi untuk klub, termasuk empat gelar liga berturut-turut antara tahun 1991 dan 1994, serta Piala Eropa pada tahun 1992.

Dalam sebuah langkah yang mengejutkan, setelah Piala Dunia 1994, Laudrup memutuskan untuk bergabung dengan Real Madrid. Keputusan ini segera terbukti tepat, ketika klub tersebut memenangkan gelar LALIGA EA SPORTS 1995.

Dengan demikian, Laudrup menjadi satu-satunya pemain yang berhasil memenangkan Liga Spanyol lima kali berturut-turut dengan dua klub berbeda.

Setelah itu, ia melanjutkan karirnya di Vissel Kobe, meninggalkan jejak sebagai salah satu pemain paling berbakat yang pernah bermain untuk kedua klub besar tersebut.

Luis Enrique

Luis Enrique adalah salah satu dari empat pemain dalam daftar ini yang telah melewati masa tersebut. Ia memulai kariernya di Real Madrid setelah pindah dari Real Sporting de Gijón pada tahun 1991. Selama lima tahun di ibu kota, Enrique mencetak gol dalam kemenangan gemilang 5-0 melawan FC Barcelona pada Januari 1995.

Namun, merasa kurang dihargai, ia memutuskan untuk meninggalkan klub raksasa Catalan itu pada tahun 1996 ketika kontraknya hampir habis. Meskipun awalnya disambut dengan hati-hati, Enrique berhasil menjadi legenda di klub barunya.

Selama delapan tahun, ia tidak hanya menjadi kapten tetapi juga mencetak 73 gol dalam 207 pertandingan. Enrique akhirnya pensiun pada tahun 2004 di usia 34 tahun dan kemudian membawa FC Barcelona meraih kejayaan di LaLiga dan Liga Champions sebagai pelatih.

Bernd Schuster

Bernd Schuster adalah sosok penting bagi FC Barcelona, dengan rekam jejak mengesankan berupa 170 penampilan selama delapan tahun pengabdiannya di klub tersebut. Pemain berbakat asal Jerman ini dengan cepat merebut hati para penggemar, berkat prestasinya yang gemilang, termasuk meraih penghargaan European Silver Ball pada tahun 1980 dan Bronze Ball pada tahun 1981 serta 1985.

Kepindahannya ke Real Madrid pada tahun 1988 memicu kontroversi besar, terutama karena terjadi di saat Real Madrid mulai kembali mendominasi LALIGA EA SPORTS. Selama dua tahun bersama Los Blancos, Schuster berhasil mencetak 13 gol dalam 61 pertandingan.

Terakhir kali, Schuster melatih Real Madrid pada tahun 2007, di mana ia sukses membawa tim tersebut meraih gelar juara LALIGA EA SPORTS musim 2007/08.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Thomas, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Real Madrid adalah klub besar sepak bola asal Spanyol yang bermain dalam La Liga
    Real Madrid adalah klub besar sepak bola asal Spanyol yang bermain dalam La Liga
    Real Madrid
  • Barcelona adalah salah satu klub besar dunia yang bermain di La Liga Spanyol
    FC Barcelona adalah klub sepak bola Spanyol yang dikenal dengan dominasinya di kompetisi domestik dan Eropa, serta memiliki sejarah panjang dalam pengembangan talenta muda dan strategi transfer yang dinamis.
    Barcelona
  • LaLiga
  • El Clasico