Fans Dukung Palestina, Celtic Terpaksa Jual Pemain Bintang dari Israel

Celtic sedang mengurus kepindahan pemain Israel ke Liga Amerika Serikat. Sang pemain tak menikmati lagi bermain di Celtic karena fans mendukung Palestina.

OlehThomas
Diterbitkan 05 Maret 2024, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Pekerjaan saya bukan sekadar manajer sepak bola. Ini adalah seorang pemuda, berusia 22 tahun, jauh, jauh dari rumah. Orang bisa membicarakan apa yang terjadi di sana dan kemudian melupakannya. Inilah kenyataan baginya, inilah hidupnya. Setiap hari, setiap malam, keluarga-keluarga berperang, jadi ini adalah situasi yang sangat, sangat sulit baginya. Pada tingkat kemanusiaan, saya memiliki empati yang nyata dan nyata terhadapnya," tutur Rodgers.

Pindah ke Charlotte FC

Sky Sports News pada awal pekan ini melaporkan Abada bisa segera melupakan mimpi buruk fans Celtic. Charlotte FC dari Liga Amerika Serikat akan membeli Abada dengan memecahkan rekor transfer termahal klub senilai 10 juta poundsterling.

Kepindahan Abada akan diresmikan pekan ini juga. Dia bakal segera terbang ke Paman Sam untuk menjalani tes medis. Jika lolos, Abada akan diresmikan oleh Charlotte FC.

Main di Celtic Selama 4 Tahun

Abada sebenarnya sudah bermain untuk Celtic sejak empat tahun lalu. Celtic membelinya dari Maccabi Petah Tikva senilai 3,5 juta poundsterling.

Di tiga setengah tahun awal bersama Celtic, Abada tidak menemui masalah meski fans memang dikenal mendukung Palestina. Namun konflik Israel dan Hamas yang berkepanjangan pada akhir 2023 benar-benar mengganggu kariernya di Celtic.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Thomas, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan