Bungkam Argentina di Piala Dunia U-17, Pelatih Mali: Kalau Bisa Menang 10-0 Tadi

Pelatih Mali sangat puas tim asuhannya bisa merebut posisi ketiga di Piala Dunia U-17 meski bukan gelar juara. Tim asal Afrika ini hajar Argentina 3-0.

Diperbarui 01 Desember 2023, 23:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Mali mendapatkan peluang pertama lewat Makalou di menit ke-6. Sayang, tembakannya masih bisa ditepis kiper Argentina yang menghasilkan tendangan sudut saja.

Mali mendominasi permainan di awal laga lawan Argentina. Ibrahima Diarra membuka peluang untuk Makalou, tapi kali ini tembakannya melenceng di menit ke-8.

Namun Ibrahima Diarra tak lagi membuang peluang di menit ke-9. Diarra melepas tembakan placing yang begitu baik sehingga membuat skor berubah jadi 1-0.

Hujan mengguyur stadion Manahan tak membuat permainan kedua tim terhambat. Mali lebih banyak peluang, sedangkan Argentina punya peluang emas lewat Agustin Ruberto tapi masih bisa diblok kiper Mali di menit ke-22.

Menit ke-31, Argentina mencoba koyak pertahanan Mali lewat Santiago Lopez. Namun umpan tariknya dengan mudah dihadang bek Mali.

Doumbia kembali buka peluang Mali di menit ke-38. Gocek sendiri di kotak penalti Argentina, tapi tembakannya masih tepat merah ke arah kiper.

Hingga babak pertama berakhir, skor 1-0 untuk Mali lawan Argentina pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia U-17 tetap bertahan. Bagaimana babak kedua?

 

Babak Dua Argentina vs Mali di Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia U-17

 

Statistik jomplang antara Mali dan Argentina terjadi di babak pertama. Hal buruk ini terjadi lagi di babak kedua.

Mali menambah gol lewat Makalou di menit ke-48. Gol indah ini terjadi setelah dia mengecoh bek Argentina sebelum menghajar gawang Argentina sehingga skor menjadi 3-0.

Argentina akhirnya mendapatkan peluang di menit ke-54 lewat Claudio Echeverri. Dia bahkan menciptakan 2 peluang tapi sayangnya masih bisa ditepis kiper Mali.

Mali makin ganas dengan peluang Doumbia di menit ke-58. Namun tembakannya masih bisa ditepis kiper Argentina. Itu menjadi tembakan ke-11 Mali ke arah gawang.

Echeverri sempat membuat Argentina gembira karena membobol gawang Mali. Namun tembakannya di menit ke-61 dianulir karena sudah offside.

Mali mencoba tambah gol lewat tendangan bebas di menit ke-73. Namun tembakan Makalou masih bisa dibendung pertahanan Argentina.

Hingga menit ke-86, Mali tunjukkan dominasi lawan Argentina. Total ada 29 tembakan dilepas Diarra Cs dan 14 diantaranya mengarah ke gawang.

Kanate nyaris membuat skor berubah lagi untuk Mali di menit ke-90+1. Namun tembakannya masih bisa ditepis sehingga tak mengubah skor 0-3 untuk Mali.

Hingga pertandingan berakhir, Mali tetap unggul 3-0 atas Argentina.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Fajar Abrori, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan