FIBA World Cup 2023 Ramah Lingkungan, Ada Aksi Tanam Bakau hingga Bus Listrik Gratis untuk Penonton

Aksi menanam Bakau digelar di Jakarta jelang dimulainya FIBA World Cup 2023. Bus listrik gratis juga bisa dipakai oleh penonton selama event berlangsung.

OlehThomas
Diterbitkan 22 Agustus 2023, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Ini kegiatan menarik karena pada 25 Agustus nanti akan dimulai gelaran Piala Dunia Basket, tapi untuk mereka kesini mereka menggunakan transportasi yang bisa memberikan kontribusi negatif bagi polusi dan keadaan lingkungan. Termasuk pertandingannya, karena ada emisi karbon yang meningkat. Karena itu program ini untuk mengoffset atau mengkompensasi apa yang telah kita lakukan dan mengganggu lingkungan," kata Agus.

"Jadi saya harapkan kita bisa memberikan kontribusi lebih dengan mengganti apa yang sudah kita lakukan, karena ada juga pengelolaan sampah dan lain-lain yang kita usahakan agar tidak mengganggu lingkungan. Saat ini yang kita lakukan sekarang adalah menanam pohon yang bisa mengganti emisi karbon, bukan hanya menanam tetapi juga memelihara bakau sebanyak 56 buah," tambahnya.

Mikha Tambayong Ikut Menanam Bakau

Mikha Tambayong mengatakan aksi menanam bakau ini sangat tepat. Terlebih kondisi udara Jakarta yang sedang dilanda polusi hebat akhir-akhir ini. Menurut Mikha, salah satu penyumbang buruknya kualitas udara adalah emisi karbon, dan imbas dari buruknya kualitas udara ini berdampak nyata pada kesehatan masyarakat. Sehingga apa yang dilakukan oleh PB Perbasi dan LOC FIBA World Cup 2023 Jakarta ini dinilai sejalan dengan fokus pemerintah, yakni bagaimana upaya memperbaiki kualitas udara.

"Penanaman mangrove ini sejalan dengan program pemerintah untuk mengatasi kualitas udara, hingga kami menghargai kegiatan ini. Ini memang sebagai salah satu ajang promosi FIBA World Cup, tapi lebih penting lagi sebagai bentuk kepedulian bagi lingkungan. Bahwa melalui kegiatan ini kita semua melakukan tindakan nyata, peduli terhadap lingkungan," ujarnya.

Selain kompensasi karbon, juga ada manajemen sampah yang akan diterapkan di saat perhelatan FIBA World Cup 2023 berlangsung di Indonesia Arena. Sampah hasil FIBA World Cup setiap harinya akan langsung dipilah dilokasi yang telah disediakan untuk kemudian didistribusikan keberbagai lokasi yang dapat mengubah sampah menjadi barang dengan nilai tambah. Untuk kegiatan ini, LOC FIBA WC 2023 Indonesia bekerjasama dengan Waste for Change.

Bus TransJakarta Listrik di FIBA World Cup 2023

Program pengurangan emisi karbon lainnya yang juga akan dilakukan sepanjang FIBA World Cup 2023 adalah penggunaan kendaraan Listrik yang akan digunakan sebagai kendaraan shuttle service. Bus listrik dari TransJakarta akan beroperasi berkeliling seputaran wilayah Gelora Bung Karno. Bus ini dapat digunakan secara gratis bagi penonton yang telah memiliki tiket, media dengan akreditasi FIBA, serta Officials FIBA WC 2023.

Rute bis listrik ini akan dimulai dari titik shuttle point 1 yakni di Gate 11 - halte Gelora (start-end), lalu melalui jalan Asia Afrika di mana ada shuttle point 2 - halte depan Plaza Senayan, kemudian berbelok ke arah jalan terusan Senayan City. Bus ini akan berhenti di shuttle point 3 - halte depan Senayan City, lalu berbelok menuju jalan Pintu Satu, shuttle point 5 - Masjid Al Bina.

Bus akan berlanjut melaju ke jalan Sudirman, shuttle point 6 - halte Gelora Bung Karno 2. Kemudian menuju ke jalan Gatot Subroto dan berbelok ke jalan Gerbang Pemuda, di mana ada shuttle point 7 di halte Lapangan Panah, dan kembali ke jalan Asia Afrika menuju shuttle point 1 lagi.

Sementara motor listrik dapat digunakan oleh media dengan akreditasi FIBA serta Officials FIBA WC 2023 di GBK Area, serta skuter listrik sebagai kendaraan operasional LOC FIBA WC 2023 Indonesia Arena. Bekerjasama dengan Electric Mobility Collaboration Center (EMC²) dan mendapat dukungan 6 bis listrik dari Dishub Pemprov DKI Jakarta, TransJakarta, dan Mayasari Bakti.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Thomas, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan