FIBA World Cup 2023 Ramah Lingkungan, Ada Aksi Tanam Bakau hingga Bus Listrik Gratis untuk Penonton

Aksi menanam Bakau digelar di Jakarta jelang dimulainya FIBA World Cup 2023. Bus listrik gratis juga bisa dipakai oleh penonton selama event berlangsung.

OlehThomas
Diterbitkan 22 Agustus 2023, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Guna mengurangi emisi karbon yang muncul dari pelaksanaan Piala Dunia Bola Basket atau FIBA World Cup 2023, Indonesia sebagai salah satu tuan rumah menjalankan program sustainability yang terdiri dari beberapa hal. Program ini merupakan tanggung jawab sebagai salah satu penyelenggara FIBA World Cup 2023 bersama Jepang dan Filipina.

Program peduli lingkungan untuk mengurangi emisi karbon sudah dijalankan sejak sebelum Piala Dunia Bola Basket 2023 resmi dimulai pada 25 Agustus sampai 3 September 2023. Program peduli lingkungan yang dijalani terdiri dari kompensasi karbon (carbon offset), manajemen sampah (waste management), dan ekosistem kendaraan listrik yang akan dipergunakan sebagai kendaraan shuttle service selama penyelenggaraan Piala Dunia ini.

Pada Selasa 22 Agustus 2023 dilakukan aksi menanam bakau di Mangrove Ecotourism Center PIK. Penanaman bakau ini merupakan simbolis dimulainya kick off dari rangkaian Sustainability oleh LOC FIBA WC 2023 Indonesia yang berkolaborasi bersama Fairatmos.

Kegiatan ini dihadiri oleh Tenaga Ahli Kemenpora Bidang Komunikasi Publik Mikha Tambayong, Duta Besar Republik Islam Iran Mahdi Rounagh, Direktur Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) Adi Rakhmadi, Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Lokal (LOC) FIBA World Cup 2023 Jakarta Agus Antares Mauro, Sekjen LOC Fiba World Cup 2023 Junas Miradiarsyah, Direktur Komunikasi LOC FIBA World Cup 2023 Yudha Permana, Wakil Direktur PR & Sustainability LOC FIBA World Cup 2023 Ariseno Ridhwan, Perwakilan Pemkot Jakarta Utara, Sekretaris Kota Jakarta Utara, dan Karang Tarung Jakarta Utara.

Penanaman bakau ini merupakan bagian dari mengkompensasi karbon yang digunakan tim peserta dalam berpergian dari negara asalnya di Indonesia dengan menanam bakau dengan jumlah sesuai dengan jumlah karbon yang digunakan. Sebagai gambaran, satu kali perjalanan (one way) dari Kanada - Jakarta, untuk 10 pemain tim Kanada mengeluarkan karbon sebanyak 12.43 tCO2. Lalu satu kali perjalanan (one way) dari Iran - Jakarta, untuk 10 pemain tim Iran mengeluarkan karbon 5.89 tCO2.

Kurangi Emisi Imbas Pelaksanaan Piala Dunia Bola Basket 2023

Penanaman bakau ini merupakan bagian dari mengkompensasi karbon yang digunakan tim peserta dalam berpergian dari negara asalnya di Indonesia dengan menanam bakau dengan jumlah sesuai dengan jumlah karbon yang digunakan. Sebagai gambaran, satu kali perjalanan (one way) dari Kanada - Jakarta, untuk 10 pemain tim Kanada mengeluarkan karbon sebanyak 12.43 tCO2. Lalu satu kali perjalanan (one way) dari Iran - Jakarta, untuk 10 pemain tim Iran mengeluarkan karbon 5.89 tCO2.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Ini kegiatan menarik karena pada 25 Agustus nanti akan dimulai gelaran Piala Dunia Basket, tapi untuk mereka kesini mereka menggunakan transportasi yang bisa memberikan kontribusi negatif bagi polusi dan keadaan lingkungan. Termasuk pertandingannya, karena ada emisi karbon yang meningkat. Karena itu program ini untuk mengoffset atau mengkompensasi apa yang telah kita lakukan dan mengganggu lingkungan," kata Agus. "Jadi saya harapkan kita bisa memberikan kontribusi lebih dengan mengganti apa yang sudah kita lakukan, karena ada juga pengelolaan sampah dan lain-lain yang kita usahakan agar tidak mengganggu lingkungan. Saat ini yang kita lakukan sekarang adalah menanam pohon yang bisa mengganti emisi karbon, bukan hanya menanam tetapi juga memelihara bakau sebanyak 56 buah," tambahnya.

Halaman
Show All
Thomas, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan