PSSI Terus Godok Wasit Indonesia agar Cakap Terapkan VAR

PSSI melanjutkan rangkaian program pelatihan video assistant referee (VAR) bagi wasit yang akan bertugas di liga pada 18-20 Juli di Jakarta.

Diterbitkan 18 Juli 2023, 22:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Ada sinergitas antara PSSI, liga, dan pemerintah. Transformasi tadi juga men-support kita di klub-klub untuk melakukan beberapa peningkatan. Salah satunya kerja sama dengan PUPR dan Telkom," tutur Ferry.

"(Kerja sama dengan) PUPR ini dalam hal persiapan perbaikan infrastruktur. Seperti yang sudah digaung-gaungkan, akan ada 20 sekian stadion yang direnovasi, kemudian ada peningkatan looks untuk persiapan penyinaran atau lampu dari tiap-tiap stadion. Kita sudah sampikan itu."

"Kemudian dari sisi kekuatan bandwith, di masing-masing daerah kan berbeda-beda. Ketua Umum (Erick Thohir) juga sudah berkomunikasi dengan Telkom, apakah itu akan dipasang provider baru atau tower baru, dan sebagainya. Saya pikir secara teknis itu akan ada perbaikan dalam 8 bulan ke depan," tandas dia.

Lebih lanjut, Ferry Paulus menjelaskan, pengimplementasian VAR di Tanah Air saat ini sudah memasuki babak baru. Sejumlah perwakilan FIFA bahkan disebut telah berkunjung ke Indonesia untuk melakukan verifikasi jelang diterapkannya teknologi tersebut.

"Tadi kita bicarakan detail (soal VAR). Bahkan bukan hanya dibicarakan, hari ini orang FIFA itu datang (ke Indonesia). Artinya kalau kemarin adalah pra-kick off, kalau tadi adalah verifikasi dan kick off implementasi VAR," papar Ferry kepada awak media.

"Ada tiga sequence memang (dalam pengimplementasian VAR). Pertama, persiapan yang sudah kita lakukan, dan ini sudah masuk dalam babak baru untuk implementasi," sambungnya.

Butuh Waktu untuk Mengaplikasikan VAR

Pada kesempatan terpisah, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga mengakui butuh waktu untuk mengaplikasikan VAR. Menurut Arya, terdapat berbagai persiapan teknis hingga pelatihan terhadap wasit yang harus dilakukan.

Penerapan teknologi tersebut juga menutut wasit-wasit di kompetisi sepak bola Tanah Air untuk cakap berbahasa Inggris agar bisa mengukiti training serta menggunakan seluruh perangkat dengan baik.

“(Soal) VAR kemarin kita sudah rapat. Memang seperti Thailand itu kan dia sudah pakai (selama) 3 seasons, Singapura sudah pakai 1 season, itu ternyata perangkatnya memang rumit. Tidak segampang yang kita omongkan,” tutur Arya kepada awak media.

“Jadi ada kesiapan teknis yang harus siapdan wasit harus dilatih. Dan satu hal, mereka (wasit-wasitnya) harus bisa berbahasa Inggris karena kan ada pelatihan-pelatihannya,” sambung dia.

Lebih lanjut, Arya menuturkan, organisasi Implementation Assistance and Approval Program (IAAP) yang ditunjuk FIFA untuk menangani pelatihan terkait penggunaan VAR sejatinya mensyaratkan waktu satu tahun untuk bisa mengaplikasikan VAR.

“Biasanya kalau dari IAAP, itu mengatakan butuh setahun baru bisa (mengaplikasikan) VAR-nya. Akan tetapi kemarin, Pak Ketum (Erick Thohir) minta tolong ada percepatan. Nah, nanti kita akan coba percepatan-percepatan,” tandas dia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan