Kisah Perjalanan Timnas Indonesia U-20 di Piala Dunia U-20 1979: Terganjal Minuman Bersoda

Timnas Indonesia U-20 ketiban durian runtuh usai Irak dan Korea Utara menolak tampil dalam kompetisi Piala Dunia U-20 1979. Kabar menyebut, kedua negara enggan berpartisipasi akibat alasan politis.

Diperbarui 23 Maret 2023, 08:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dalam tulisan bertajuk The US-Iraqi Relations 1945-2003 yang dipublikasikan dalam International Journal of Business, Humanities and Technology (2014), disebutkan bahwa pemerintah Irak di akhir 1960-an mulai kehilangan kepercayaan kepada Amerika Serikat.

Langkah tidak jauh berbeda diambil oleh Korea Utara. Negara tersebut juga diketahui memiliki hubungan tak terlalu bagus dengan AS. Alhasil, mereka enggan tampil di Piala Dunia U-20 1979 yang menempatkan Coca-Cola sebagai sponsor.

FIFA Sebut Timnas Indonesia U-20 Punya Pembinaan Bagus

FIFA sendiri sama sekali tak menyebutkan alasan pasti batalnya keikutsertaan Irak dan mundurnya Korea Utara dari Piala Dunia U-20 1979.

Dalam laporan penyelenggaraannya kala itu, FIFA hanya menyebut ‘Indonesia diminta ambil bagian dalam turnamen di Jepang akibat mundurnya DPR Korea (Korea Utara)’.

Terdapat berbagai alasan yang konon mendorong FIFA menaruh kepercayaan pada tim Merah Putih. Salah satunya ialah terkait pembinaan. FIFA menyoroti adanya dengan kompetisi lokal dan regional berdasarkan kelompok umur di Indonesia.

Di samping itu, FIFA menggaungkan adanya kompetisi klub lokal Tanah Air. Federasi sepak bola dunia juga menggarisbawahi langkah langkah pendidikan Tanah Air yang mengharuskan setiap sekolah memiliki agar tim sepak bola sendiri.

Pemain Timnas Indonesia U-20 Dikumpulkan

Pada awal Mei 1979, PSSI akhirnya memanggil 34 pemain untuk bergabung dalam PSSI Junior jelang menghadapi Piala Dunia U-20 1979.

Soetjipto Soentoro dipercaya menjadi pelatih untuk menukangi Timnas Indonesia kala itu ogah memasang target terlalu tinggi bagi anak-anak asuhnya.

Ia menganggap gelar juara Piala Dunia U-20 1979 bukanlah hal yang hendak dicapai oleh pasukan Garuda Muda. Apalagi, lawan-lawan yang dihadapi memang sebagian besar berada di kelas yang berbeda dengan tim Merah Putih.

Soetjipto hanya berharap turnamen sepak bola bergengsi di Tokyo bisa menjadi ajang pendewasaan bagi anak-anak asuhnya. Dengan demikian, penggawa muda Timnas Indonesia bakal siap meneruskan kiprah rekan-rekannya di level senior....bersambung.

 

Ikuti juga cerita sebelumnya, Timnas Indonesia U-20 Ketiban Durian Runtuh melalui tautan ini.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Theresia Melinda Indrasari, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan