Bek Arsenal Takehiro Tomiyasu Galau Berat usai Jepang Tersingkir dari Piala Dunia 2022

Bek Arsenal Takehiro Tomiyasu mengaku kecewa usai Jepang tersingkir dari Piala Dunia 2022, ia menilai penampilannya di laga kontra Kroasia masih kurang memuaskan.

Diterbitkan 07 Desember 2022, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Penggawa Timnas Jepang bisa saja bergabung dengan tim racikan Mikel Arteta dalam kamp pelatihan di Dubai. Namun, Tomiyasu nampaknya tak yakin bisa segera mengalihkan fokus ke klub. Ia mengaku butuh istirahat demi melupakan kegagalannya di Piala Dunia 2022.

“Saya tidak tahu (apakah bisa bergabung dengan Arsenal di Dubai). Semoga saya bisa mendapat istirahat sejenak. Saya butuh waktu untuk melupakan sepak bola. Saya perlu sedikit ruang,” ungkap pemain kelahiran 1998.

Sepak Terjang Jepang

Terlepas dari kekalahan di fase 16 besar, tak dapat dimungkiri Jepang memiliki sepak terjang menakjubkan di Piala Dunia 2022. Samurai Biru sanggup menciptakan kejutan, meski mereka tergabung dalam grup neraka bersama Spanyol, Jerman, dan Kosta Rika.

Kejutan besar pertama Jepang tersaji saat mereka menghadapi Jerman di laga pembuka grup E. Samurai Biru comeback mengesankan setelah tertinggal 0–1 dari Tim Panser berkat penalti Ilkay Gundogan pada babak pertama.

Pasukan Hajime Moriyasu mampu mencuri poin penuh lewat dua gol yang dilesakkan di 15 menit terakhir waktu normal. Aksi Ritsu Doan (’75) dan Takuma Asano (’83) mengantar Samurai Biru berbalik unggul dengan 2–1.

Kemenangan Jepang bukanlah keberuntungan semata. Taktik jitu pelatih dalam perdana pergantian pemain menjadi faktor yang melatarbelakangi kesuksesan di duel pembuka.

Sayangnya, dominasi mereka terputus saat melawan Kosta Rika. Samurai Biru kalah tipis dengan 0–1 berkat gol Keysher Fuller pada menit 81.

Bangkit Lawan Spanyol

Jepang langsung bangkit saat melawan Spanyol. Walau lagi-lagi tak terlalu diunggulkan, skuad Samurai Biru kembali membuat kejutan dengan menggasak La Furia Roja 2–1.

Skenarionya mirip dengan laga kontra Jerman. Jepang sempat tertinggal di babak pertama akibat gol cepat Alvaro Morata. Namun, posisi minor itu hanya bertahan sampai Ritsu Doan mencatatkan nama di papan skor pada menit 48.

Tiga menit berselang, Samurai Biru balik memimpin. Gol Ao Tanaka yang sempat mengundang kontroversi membawa Jepang menyandang predikat sebagai juara Grup E.

Dengan hasil itu anak-anak asuh Moriyasu mencetak rekor baru. Mereka menjadi tim dengan tingkat penguasaan terendah (17,7 persen) yang mampu memenangkan pertandingan dalam ajang Piala Dunia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Theresia Melinda Indrasari, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan