Jelang Laga Piala Dunia 2022 Argentina vs Arab Saudi, Lionel Messi Buru Rekor Batistuta

Lionel Messi yang berambisi meraih trofi Piala Dunia 2022 di Qatar, terpaut empat gol dari top skor sepanjang masa Argentina di Piala Dunia, Gabriel Batistuta.

Diterbitkan 22 November 2022, 16:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Messi mencetak empat gol sepanjang Piala Dunia 2014 berlangsung. Dia bahkan sudah dekat untuk membawa Argentina menggenggam trofi Piala Dunia ketiga. Sayang di final, Argentina kalah 0-1 dari Jerman lewat perpanjangan waktu.

Gol keenam Messi di Piala Dunia 2018 yang diciptakan ke gawang Nigeria untuk membantu Argentina lolos ke babak 16 besar setelah menang 2-1.

Kini Messi dengan kemampuan individualnya sebagai penghasil gol yang masih cukup oke, cukup diandalkan untuk membantu negaranya meraih gelar juara Piala Dunia 2022.

Daftar top skor sepanjang masa Argentina di Piala Dunia:

10 gol - Gabriel Batistuta

8 gol - Guilermo Stabile, Diego Maradona

6 gol - Mario Kempes, Lionel Messi

5 gol - Gonzalo Higuain

Butuh Dukungan dari Pemain Lain

Tetapi pertanyaan besar publik Argentina, adalah tetap menantikan bagaimana Messi membantu La Albiceleste menjadi juara dunia.

Penggemar Argentina tak akan peduli seberapa banyak gol yang akan dihasilkan Messi di Qatar 2022, tapi seberapa bisa Messi bekerja untuk tim dan bagaimana rekan-rekannya memberi dukungan.

Keberhasilan Argentina jadi juara Copa America 2021, menunjukkan skuad La Albiceleste tak sepantasnya terlalu mengandalkan semuanya kepada Messi, mereka harus bekerja sebagai tim untuk memenangkan turnamen.

Satu lagi kesempatan bagi Lionel Messi untuk menjadi juara Piala Dunia. Qatar 2022 jadi kesempatan kelima La Pulga bermain di turnamen sepak bola paling akbar sejak pertama kali tampil di Piala Dunia 2006.

Menggenggam trofi Piala Dunia adalah impian besar Messi yang sebelumnya selalu gagal dia wujudkan.

Di Piala Dunia 2006, Messi masih terlalu muda untuk membantu Argentina yang tersingkir secara tragis dalam drama di Berlin pada babak perempat final setelah kalah adu penalti dari tuan rumah Jerman.

Kemudian di Piala Dunia 2010, Jerman kembali mengubur harapan Messi. Der Panzer menggebuk La Albiceleste tanpa ampun dengan skor telak 0-4.

 

Piala Dunia 2014 Paling Dekat dengan Trofi

Piala Dunia 2014 menjadi saat-saat yang paling dekat untuk Messi dengan trofi. Tapi kembali Jerman menjadi penghalang.

Gol tunggal Mario Gotze di babak tambahan waktu menghancurkan perasaan Messi dalam drama lebih dari dua jam di Stadion Maracana.

Di Piala Dunia 2018, Messi bekerja sendirian dan Argentina tampil kurang meyakinkan, meski mampu melaju ke 16 besar, sebelum disingkirkan Prancis 3-4.

Superstar berusia 35 tahun itu kini ingin mewujudkan impian terbesarnya dan itu bisa saja terjadi. Banyak pengamat yang mengunggulkan Argentina bakal jadi kampiun Piala Dunia Qatar.

Musim Kedua Messi di PSG

Argentina di bawah kendali Lionel Scaloni dinilai memiliki semua aspek pendukung yang bisa membuat Messi bekerja dalam tim.

Messi menyadari Piala Dunia 2022 mungkin akan menjadi kesempatan terakhir baginya untuk memenangkan trofi satu-satunya yang belum pernah dia raih.

Sang kapten mengalami musim pertama yang sulit di Paris Saint-Germain, tetapi sekarang dia benar-benar kembali ke dirinya yang dulu.

Messi terlihat fit, termotivasi lagi dan dia telah mencetak 12 gol dan 14 assist untuk juara Prancis sepanjang musim ini.

Itu adalah statistik yang bagus, tetapi Messi membutuhkan elemen tertentu bersama Argentina untuk membawanya naik podium dan mengangkat trofi Piala Dunia.

 

Pelengkap Karier Hebat

Messi terlihat sedikit lebih tenang di Paris daripada di Barcelona beberapa tahun lalu. Dia bukan lagi satu-satunya bintang di tim. Selain itu, sedikit kreatif di saat mendekati akhir kariernya.

Di masa lalu, Messi selalu memainkan lawan dengan cara luar biasa, mengombinasikan kecepatannya dalam bergerak dengan atau tanpa bola. Sepanjang kariernya di lapangan hijau, Messi sudah memenangkan banyak gelar bergengsi bersama Barcelona, PSG dan timnas Argentina.

Dia juga sudah memenangkan tujuh kali Ballon d'Or, terbanyak dari pesepak bola top mana pun sepanjang sejarah. Tetapi kenyataannya, Messi tak akan benar-benar puas dengan kariernya yang gemilang tanpa trofi Piala Dunia yang agung.

Memenangkan Piala Dunia akan melengkapi perjalanan Messi sebagai pesepak bola terbaik yang pernah ada. Tetapi untuk mewujudkan impian besarnya itu, tentu tak akan mudah.

Ada banyak tantangan yang akan dihadapi Messi. Termasuk meyakinkan rekan-rekannya agar tidak bermain untuk dirinya, tetapi bertarung untuk tim sebagai unit.

Keberhasilan Argentina menjadi juara Copa America 2021 menunjukkan Argentina semestinya bermain sebagai tim, bukan bermain untuk Messi.

Kemampuan hebat Messi, bagaimanapun hanya satu bagian dari banyak elemen yang dibutuhkan Argentina untuk memenangkan trofi Piala Dunia ketiga setelah edisi 1978 dan 1986.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Mohamad Taufik, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan