Jurgen Klopp Protes Ketika Pemain Piala Dunia Harus Ambil Sikap Terkait Masalah di Qatar

Jurgen Klopp mengatakan seharusnya penolakan untuk Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 sudah dilakukan sejak pertama kali keputusan itu dibuat pada 12 tahun lalu.

Diterbitkan 05 November 2022, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jurgen Klopp menegaskan salah jika para pemain di Piala Dunia 2022 Qatar diminta untuk mengambil sikap terhadap masalah di negara itu. Menurutnya, itu adalah tugas para pemangku kepentingan yang seharusnya memberikan pengawasan lebih ketat sebelumnya. 

FIFA telah mengirim surat kepada semua negara yang bersaing di turnamen mulai akhir bulan ini dan meminta mereka untuk fokus pada sepak bola. Mereka tidak terlibat dalam sejumlah masalah sosial dan hak asasi manusia yang telah diangkat sejak negara itu ditetapkan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 pada 12 tahun lalu.

Ribuan pekerja migran diduga tewas membangun infrastruktur Piala Dunia, selain itu homoseksualitas juga dilarang di Qatar. Kapten Inggris Harry Kane akan mengenakan ban lengan OneLove untuk mendukung komunitas LGBTQ+ di Piala Dunia.

Tetapi, dikutip dari Independent, Klopp berpendapat, sebuah kesalahan jika meminta para pemain membuat pernyataan berani. Sementara dia yakin tidak begitu banyak pertanyaan yang diajukan di awal terkait keputusan untuk memberikan Piala Dunia ke Qatar.

"Kita semua tahu bagaimana itu terjadi, bagaimana Anda masih bisa membiarkannya terjadi dan tidak ada hal hukum sesudahnya?" kata manajer Liverpool itu, yang menekankan dia akan berlibur daripada pergi ke Piala Dunia.

"Itu tidak ada hubungannya dengan Qatar, mereka memenangkan Piala Dunia, tetapi begitu Anda meletakkannya di sana, semua hal yang mengikutinya sudah jelas dan semua orang yang terlibat seharusnya tahu," lanjut Klopp.

Kenapa Baru Sekarang?

Piala Dunia 2022 Qatar akan dimulai hanya dalam waktu dua minggu. Tetapi, perkembangannya telah menimbulkan kontroversi menyusul tuduhan pelanggaran dari hierarki FIFA dalam proses pemungutan suara untuk memberi Qatar kompetisi tersebut.

Lima belas dari 22 anggota komite eksekutif FIFA yang terlibat dalam pemilihan itu telah menghadapi tuntutan pidana atau dilarang oleh badan pengatur sepak bola dunia. Ini termasuk mantan presiden FIFA Sepp Blatter, yang secara terbuka mengakui bertahun-tahun kemudian bahwa keputusan itu adalah sebuah kesalahan.

Berbicara kepada pers, Klopp berkata: "Saya akan tetap menonton pertandingan tetapi itu berbeda.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Saya telah menonton film dokumenter lama tentang seluruh situasi dan ketika diumumkan bahwa Rusia dan Qatar adalah tempat untuk dua Piala Dunia berikutnya, itu adalah pertama kalinya dalam sejarah bahwa mereka mengumumkan dua dalam satu, dan secara keseluruhan situasi di sekitarnya." “Kita semua tahu bagaimana itu terjadi dan bagaimana Anda masih bisa membiarkannya terjadi tanpa mengambil langkah hukum sesudahnya. Itu 12 tahun yang lalu saya pikir dan sekarang akan datang," ucap Klopp menambahkan.

Halaman
Show All
Muhammad Rizal, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan