Ganda Campuran Indonesia Krisis, Ini Pendapat Tontowi Ahmad

Ganda campuran Indonesia saat ini kesulitan untuk berprestasi usai Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir pensiun.

Diterbitkan 22 Oktober 2022, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Harusnya ganda campuran nomor tiga nasional harus bisa stabil mulai sekarang. Tetapi, peringkat kedua dan ketiga nasional sudah hilang. Jadi, yang ada (nasional) nomor empat harus ada di peringkat satu nasional sehingga ada gap di situ mau tidak mau." ujar pria asal Banyumas itu.

Harus Sabar

 

Sementara itu,Mantan pelatih ganda campuran Indonesia Richard Mainaky berharap penerusnya, Nova Widianto bisa sabar mengatasi mandeknya prestasi ganda campuran Indonesia. Dia memaklumi ini bisa terjadi karena regenerasi di ganda campuran Indonesia sudah terputus.

"Orang-orang kan terbayang ganda campuran Indonesia harus seperti dulu (seperti zaman Liliyana/Tontowi). Kalau untuk bisa menjadi seperti dulu, ya sulit. Setelah mereka pensiun seharusnya kan ada regenerasi, tapi itu putus dua tingkat jadi ya harus mulai dari bawah lagi. Nova (Widianto) harus kerja keras lagi dan harus sabar,” kata Richard.

“Dengan hilangnya Praveen/Melati dan Hafiz/Gloria itu pemain muda masih butuh bimbingan, figur, dan jam terbang. Namun pada akhirnya sekarang mereka naik ke atas (menjadi pemain utama) dan sudah dibebankan dengan orang lihat ganda campuran dulu padahal belum waktunya,” ujar dia menambahkan.

Pelatih yang membantu mengantarkan Liliyana/Tontowi meraih emas Olimpiade itu menilai kondisi saat ini bisa dibilang menjadi yang terburuk dalam sejarah ganda campuran Indonesia. Pasalnya, menurut dia, sebelumnya tidak pernah terjadi regenerasi yang terputus selama 26 tahun dia mengabdi di Pelatnas PBSI.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan