Bola Gol "Tangan Tuhan" Piala Dunia 1986 Akan Dilelang November 2022

Semua mengetahui Gol Tangan Tuhan dari Diego Maradona, bola yang ditepisnya itu akan dilelang pada November 2022 mendatang

Diterbitkan 14 Oktober 2022, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Di akhir pertandingan, pelatih kepala Inggris Bobby Robson berkata kepada saya: 'Anda melakukan pekerjaan dengan baik tetapi hakim garis tidak bertanggung jawab.'”

Maradona, yang meninggal pada November 2020, mengklaim bahwa gol tersebut dicetak “sedikit dengan kepala”. Maradona dan sedikit dengan tangan Tuhan”.

Juru lelang Graham Budd berkata: "Dengan sejarah seputar bola, kami mengharapkan lot ini menjadi sangat populer saat dilelang."

Proses

Gol “Tangan Tuhan” itu terjadi pada babak kedua, tepatnya menit ke-55. Gol itu bermula ketika Mardona mencoba menerobos pertahanan Inggris dan mengumpan bola pada Jorge Valdano.

Namun, umpan itu gagal dikontrol oleh Valdano. Gelandang Inggris Steve Hodge pun mencoba menghalau, namun bola itu justru melambung ke kotak penalti.

Maradona mengejar bola yang melambung dan berhadapan dengan kiper Inggris Peter Shilton.

Sadar tubuhnya hanya 165 centimeter, Maradona lantas menepis bola dengan tangan kirinya untuk meraih keuntungan ketika berhadapan dengan Shilton yang berpostur 185 sentimeter. Bola pun akhirnya masuk ke gawang Inggris.

Spontan, para pemain Inggris protes dan menganggap bahwa itu adalah handsball. Namun Maradona tak peduli. Ia malah melakukan berlari melakukan selebrasi.

Seusai mencetak gol dengan tangan, banyak media internasional yang menyerang Maradona karena dinilai berbuat curang.

 

Tangan Tuhan

Namun saat ditanyai oleh sejumlah wartawan Maradona mengelak, kemudian berkata,"Yah, kalaupun ada tangan yang ikut campur dalam terciptanya gol itu, sudah pasti tangan Tuhan," ujar Maradona kepada sejumlah wartawan.

Setelah pertandingan itu Maradona tidak pernah meminta maaf kepada Shilton yang merupakan kiper Inggris.

Berpuluh tahun setelah itu, Shilton tak bisa menghilangkan dendamnya kepada Maradona. Ia bahkan mengungkapkan kemungkinan tak berjabat tangan jika bertemu Maradona

Argentina kemudian mengangkat Piala Dunia menyusul kemenangan atas Jerman Barat di final.

Belum reda kekesalan Inggris oleh aksi Maradona, empat menit berselang lini pertahanan Inggris benar-benar jadi bulan-bulanan di kaki Maradona.

Maradona menciptakan gol lewat solo run yang luar biasa.

Maradona membawa bola dari tengah lapangan, melewati limat pemain Inggris hingga melesat masuk ke dalam kotak penalti. Peter Shilton coba menghalau aksi Maradona namun hanya berujung pada pemandangan bola bersarang di gawang.

Gol kedua Maradona ke gawang Inggris ini sering disebut sebagai gol solo terbaik. Status itu akhirnya sah menjadi milik gol tersebut dengan predikat 'goal of the century' yang diresmikan pada tahun 2002.

Manajer Inggris saat itu, Bobby Robson menyebutnya sebagai gol Ajaib.

Nama Maradona makin melegenda adalah karena ia mampu menciptakan dua gol bersejarah dan abadi dalam satu pertandingan yang sama, sesuatu yang mungkin hanya bisa dilakukan oleh Maradona.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yo Kavya, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan