Masih Sakit Hati, Roberto Mancini Targetkan Italia Jadi Juara Piala Dunia 2026

Dua kali beruntun tidak bisa tampil di Piala Dunia 2018 dan 2022 membuat Roberto Mancini targetkan Italia juara di Piala Dunia 2026

Diterbitkan 10 Oktober 2022, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Masih sakit hati dengan kegagalan tidak lolos ke Piala Dunia 2022, pelatih tim nasional Italia, Roberto Mancini memasang target juara pada gelaran Piala Dunia 2026.

Tak hanya itu. Gagal ke Qatar juga membuat Gli Azzuri – julukan timnas Italia- untuk pertama kalinya dalam sejarah harus mengalami dua kali berturut-turut tidak bisa tampil di Piala Dunia. Pada edisi 2018, Timnas Italia juga gagal lolos setelah dikalahkan Swedia dalam dua pertandingan Play-off.

Timnas Italia gagal lolos karena kalah 0-1 dari Makedonia Utara di Semifinal Play-off Kualifikasi Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Stadion Renzo Barbera, Palermo pada 25 Maret 2022. Italia takluk akibat gol semata wayang penyerang Makedonia Utara, Aleksandar Trajkovski pada menit ke-90+2.

Jurnalis Sky Sport Italia, Fabio Caressa, bahkan mengatakan bahwa kegagalan lolos ke Piala Dunia 2022 lebih menyakitkan dari kejutan Korea Utara pada 1966. Saat itu Italia mengepak koper lebih dini, tepatnya pada fase grup Piala Dunia 1966 yang berlangsung di Inggris akibat kalah 0-1.

Ketika pulang ke Italia, pemain Gli Azzurri langsung diserbu dengan lemparan tomat busuk dari fans kala menuruni tangga pesawat.

“Anda tak bisa bilang bahwa setelah kegagalan ini besok kami akan memulai lagi seperti tidak terjadi apa-apa. Sebab, besok adalah empat tahun lagi,” tutur Fabio Caressa.

Menurut bek Italia, Francesco Acerbi, kekalahan dari Makedonia Utara disebabkan Gli Azzurri kurang rendah hati terhadap lawan yang dihadapi.

 

Menderita

Usai menjuarai Euro 2020 pada Juli tahun lalu, performa Italia memang merosot. Di kualifikasi Piala Dunia 2022, mereka hanya menang sekali dan imbang empat kali dalam lima laga terakhir.

Akibatnya, Italia gagal lolos langsung ke Qatar setelah hanya menjadi runner-up Grup C di bawah Swiss. Apesnya lagi, mereka tumbang 0-1 dari Makedonia Utara di babak playoff.

Mancini mengatakan masih sakit hati karena timnya mengulang memori buruk pada tahun 2018.

“Sayangnya, kami (Timnas Italia) akan menderita hingga Desember (selama Piala Dunia 2022) karena itu adalah luka yang tidak kunjung sembuh. Itu benar-benar tidak adil, tetapi Anda harus berurusan dengan kerugian. Kami tidak pantas mendapatkannya, tapi itulah yang terjadi,” kata Mancini dikutip dari The Cult of Calcio, Kamis (29/9/2022).

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Setelah kehancuran itu, Italia mulai berbenah. Nama-nama lama yang dinilai tak lagi bisa berkontribusi pun diabaikan pelatih Roberto Mancini. Wajah-wajah baru kemudian diberi kesempatan sebagai bagian dari regenerasi.

Halaman
Show All
Yo Kavya, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan