Keterpurukan MU Jadi Bahan Pelajaran Bos Mercedes di Ajang F1

Bos Mercedes, Toto Wolff menilai kegagalan yang menimpa timnya dan MU memiliki kesamaan.

Diterbitkan 16 Agustus 2022, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Tidak ada tim olahraga di jenis olahraga apapun yang memenangkan 8 gelar juara dunia berturut-turut. Ada banyak alasan untuk itu dan yang jadi kuncinya adalah manusia," beber Wolf.

"Manusia jadi terlena, Anda tidak bergairah seperti sebelumnya," beber Wolf menambahkan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Membunuh F1

Wolff sebelumnya berhasil membawa Lewis Hamilton merebut enam gelar juara F1. Mercedes kemudian mencatatkan tujuh kemenangan beruntun setelah Nico Rosberg melengkapinya tahun 2016.

Menurut Wolff, bila terus berlanjut, bukan tidak mungkin balapan F1 bakal ditinggalkan penggemar. 

"Kami akan membunuh Formula 1 karena tidak ada yang akan menontonnya lagi,” katanya.

 

Bukan Episode Tersulit

Sementara itu, berbagai masalah sebenarnya tengah membelenggu tim Mercedes pada musim ini. Mulai dari performa mobil Hamilton dan George Russell yang tidak stabil oleh fenomena aerodinamis yang dipengaruhi oleh diberlakukannya peraturan ground effect yang baru untuk tahun ini.

Selain itu, Hamilton juga akan berusia 38 tahun tahun depan. Kontraknya akan berakhir 2023. 

Meski demikian, Wolff sepertinya belum menyerah. "Saya sering mendapat pertanyaan: 'Seberapa sulit itu?' "Saya mengalami begitu banyak periode, begitu banyak episode dalam hidup saya yang saya anggap sulit, bahwa ini tidak pada skala yang sama," ujar pria asal Austria itu menambahkan. 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan