Kenapa Piala Dunia Hanya Digelar Sekali 4 Tahun?

Membahas soal sejarah Piala Dunia, turnamen yang dapat menyatukan berbagi latar belakang, ras, dan budaya tersebut pertama kali diadakan pada tahun 1930 di Uruguay. Selanjutnya kompetisi tersebut berjalan 4 tahun sekali kecuali pada masa perang dunia kedua.

Diterbitkan 09 Juli 2022, 01:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Umumnya setiap zona memiliki jumlah slot yang berbeda tergantung dengan kualitas sepak bola zona tersebut. Adakalanya dari kelima zona tersebut tidak berkesempatan menyumbang perwakilan. Seperti pada Piala Dunia Qatar 2022 dari 32 tim nasional yang akan berlaga tidak akan ada negara yang berasal dari zona OFC atau Osenia.

Oleh karena itu, proses mencari 32 tim terbaik dari 211 tim nasional memakan banyak waktu dan energi, sehingga tidak heran kenapa Piala Dunia dilaksanakan setiap 4 tahun sekali.

Persiapan Tuan Rumah

Selain menjadi peserta Piala Dunia, 211 negara FIFA juga berebut kesempatan untuk menjadi tuan rumah.

Keuntungan seperti menarik turis asing, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan kualitas sepak bola nasional akan didapatkan ketiga negara tersebut menjadi host Piala Dunia.

Umumnya pemilihan tuan rumah Piala Dunia dilakukan dari jauh jauh hari agar memberi kesempatan bagi negara terpilih untuk menyiapkan sematang mungkin semua infrastruktur. Infrastruktur seperti stadion, penginapan, dan sistem transportasi sangat diperhatikan untuk lancarnya perhelatan turnamen sepak bola kabar tersebut.

Pembangunan infrastruktur seperti  juga harus memenuhi standar FIFA. Oleh karena itu, dibutuhkan perancangan, perencanaan, serta strategi sendiri bagi setiap tuan rumah, hal tersebut tentu memakan biaya dan waktu yang tidak singkat. 

contohnya saja ketika Brasil yang kita kenal sebagai negara dengan budaya sepak bola, Pada Piala Dunia 2014 harus merevitalisasi banyak stadionya dan menghabiskan biaya 56 triliun rupiah.

 

Tradisi dan Eksklusifitas

Ketika Piala Dunia pertama kali digelar pada tahun 1930 Uruguay, hanya 13 tim nasional yang ikut berprestasi pada ajang tersebut. Hal itu disebabkan oleh sulit dan terbatasnya transportasi pada saat itu.

Namun pada edisi edisi selanjutnya hampir seluruh slot tim mulai terisi, hingga saat ini melihat tim nasional nya berlaga di ajang Piala Dunia adalah impian bagi seluruh penggemar sepak bola. Turnamen ini dapat dikatakan sebagai ajang bersatunya semua negara di dunia, ketika semua orang datang dari berbagi latar belakang, ras, dan budaya melihat tim nasionalnya bertanding. Semua emosi pun tercurah dari sedih, tegang hingga bahagia.

Apabila kebiasaan 4 tahun sekali tersebut diubah menjadi lebih singkat, tentu akan mengurangi animo penggemar sepak bola karena sangat sering dihelat. 

Maka dari itu perhelatan Piala Dunia setiap empat tahun sekali dapat dikatakan sebagai tradisi yang akan sulit untuk diganti.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yoga Gusda, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan