Kenapa Piala Dunia Hanya Digelar Sekali 4 Tahun?

Membahas soal sejarah Piala Dunia, turnamen yang dapat menyatukan berbagi latar belakang, ras, dan budaya tersebut pertama kali diadakan pada tahun 1930 di Uruguay. Selanjutnya kompetisi tersebut berjalan 4 tahun sekali kecuali pada masa perang dunia kedua.

Diterbitkan 09 Juli 2022, 01:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Lima bulan lagi dunia akan menyaksikan ajang sepak bola paling prestisius di muka bumi. Tepatnya pada tanggal 21 November hingga 18 desember 2022 Piala Dunia Qatar 2022 akan bergulir. 

Membahas soal sejarah Piala Dunia, turnamen yang dapat menyatukan berbagi latar belakang, ras, dan budaya tersebut pertama kali diadakan pada tahun 1930 di Uruguay. Selanjutnya kompetisi ini berjalan 4 tahun sekali kecuali pada masa perang dunia kedua.

Tahun lalu muncul pendapat untuk melaksanakan Piala Dunia  setiap 2 tahun sekali. Ide tersebut diutarakan oleh mantan pelatih Arsenal yaitu Arsene Wenger.

Wenger berasumsi, melaksanakan Piala Dunia setiap 2 tahun sekali dapat memberikan kesempatan bagi pemain untuk memenangkan trofi tersebut, selain itu the Professor (julukan wenger) menganggap jika perhelatan ajang akbar tersebut dilakukan setiap 2 tahun sekali dapat meenghadirkan pertandingan yang lebih berkualitas.

Selaras dengan Wenger, FIFA mendukung ide itu dan telah melakukan pertemuan dengan enam konfederasi untuk membicarakan ide tersebut.

Namun ide Wenger dan FIFA tersebut mendapat tentangan dari banyak pihak, termasuk pecinta sepak bola yang menganggap bahwa Piala Dunia adalah ajang eksklusif yang tak boleh diubah begitu saja.

klub-klub Eropa dan liga-liga top juga dikabarkan kontra akan ide tersebut. Mereka menyatakan Piala Dunia setiap 2 tahun sekali akan berdampak buruk bagi fisik para pemain dan mengacaukan jadwal kompetisi yang sudah ada.

Berbicara tentang eksklusivitas Piala Dunia, tentu timbul pertanyaan apa yang menjadi alasan ajang tersebut hanya digelar 4 tahun sekali?

Proses Kualifikasi yang Panjang

Melihat tim nasionalnya berlaga di ajang prestius Piala Dunia adalah mimpi setiap negara. Sedangkan Piala Dunia hanya mempunyai 32 slot negara.

saat ini FIFA memiliki anggota 211 negara di dunia. Untuk mendapatkan 32 tim terbaik FIFA harus melakukan kualifikasi.

Dalam mencara 32 tim nasional terbaik, FIFA mengadakan kualifikasi berdasarkan zona konfederasi. Total ada 5 zona konfederasi yaitu zona UEFA (Eropa), zona CONMEBOL (Amerika Selatan), zona CONCACAF (Amerika Utara), CAF (Afrika),dan zona AFC (Asia), dan zona OFC (Oseania).

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Umumnya setiap zona memiliki jumlah slot yang berbeda tergantung dengan kualitas sepak bola zona tersebut. Adakalanya dari kelima zona tersebut tidak berkesempatan menyumbang perwakilan. Seperti pada Piala Dunia Qatar 2022 dari 32 tim nasional yang akan berlaga tidak akan ada negara yang berasal dari zona OFC atau Osenia. Oleh karena itu, proses mencari 32 tim terbaik dari 211 tim nasional memakan banyak waktu dan energi, sehingga tidak heran kenapa Piala Dunia dilaksanakan setiap 4 tahun sekali.

Halaman
Show All
Yoga Gusda, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan