Sukses

Pengakuan Mengejutkan Zinedine Zidane, Hancurkan Brasil di Piala Dunia dalam Kondisi Cedera

Liputan6.com, Jakarta Legenda Timnas Prancis, Zinedine Zidane baru-baru ini mengungkap sebuah pengakuan mengejutkan. Itu terkait laga perempatfinal Piala Dunia 2006 antara Prancis melawan Brasil.

Di Piala Dunia 2006, Zidane berusia 34 tahun. Bahkan, saat itu ia sudah pensiun dari timnas sejak 2004 usai Prancis tersingkir dari babak perempat final Piala Eropa.

Namun, pelatih Raymond Domenech sadar betul akan kualitas Zidane. legenda Real Madrid pun menjadi kapten di skuad Ayam Jantan.

Pada awalnya, Prancis sempat terseok-seok d fase grup. Mereka gagal menang dia dua pertandingan: imbang Swiss 0-0 kemudian ditahan Korea Selatan 1-1.

Di partai penentuan Prancis akhirnya mengamuk. Mereka melibas Togo 2-0 melalui gol Thierry Henry dan Patrick Vieira.

Di babak 16 besar, Prancis bersua Spanyol. Meski tak diunggulkan, Les Bleus mampu mempermalukan tim Matador dengan skor 1-3.

Kemenangan itu terbilang mengejutkan, mengingat Spanyol muncul sebagai tim yang lebih difavoritkan. Tim Matador berhasil melibas Ukraina, Tunisia, dan Arab Saudi di fase grup.

Prediksi itu memang benar, setidaknya hingga menitke-29. Spanyol mendominasi jalannya laga dan mencetak gol melalui penalti David Villa.

Namun, Prancis tak patah arang. Menit ke-41, Franck Ribéry menyamakan kedudukan. Kemudian Vieira membawa Prancis unggul menit ke-81.

Zidane melengkapi kemenangan Prancis. Berawal dari kesalahan pemain belakang La Furia Roja, Zidane yang menerima bola berhasil mengelabui Carles Puyol untuk memastikan kemenangan 3-1 Prancis atas Spanyol.

2 dari 5 halaman

Lawan Brasil

Di babak perempatfinal, Prancis bersua Brasil. Salah satu unggulan juara selain Spanyol yang sudah tamat.

Brasil saat itu berstatus sebagai juara bertahan, dilengkapi dengan skuad mengkilap seperti Ronaldinho, Kaka, Dida, Roberto Carlos hingga Ronaldo.

Jelang laga tersebut, Zidane mendapatkan kabar buruk dari tim medis Prancis. Dia diberitahu tidak bisa bermain di perempatfinal lantaran cedera yang ia alami saat menghadapi Spanyol.

Namun, Zidane melawan rasa sakit itu. Dia ngotot tetap bermain meski dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.

Menariknya, para pemain Selecao tidak bisa mengadang Ziane yang mengubah permainan menjadi indah dengan bakatnya dalam sentuhan pertama dan kemampuan menggiring bola yang luar biasa.

Zidane benar-benar tidak bisa dihentikan. Dia membantu memberi assist kepada Thierry Henry dengan tendangan bebas berayun ke tiang jauh yang membuat Prancis menang 1-0

3 dari 5 halaman

Melawan Rasa Sakit

Penampilan Zidane menjadi lebih mengesankan dengan pengakuan baru-baru ini bahwa pemenang Ballon d'Or itu bermain dengan rasa sakit.

Hal itu ia ungkap dalam wawancara kepada L'Equipe dalam momen peringatan ulang tahunnya yang ke-50.

“Saya benar-benar melukai diri sendiri melawan Spanyol (di babak 16 besar). Saya melukai diri sendiri dengan mencetak gol ketiga di akhir pertandingan. Saya memiliki benjolan di paha saya. Hampir tidak ada yang tahu," kata Zidane

"Mereka mengatakan kepada saya bahwa saya tidak bermain melawan Brasil… Saya berkata: ‘Apa? Tidak mungkin saya tidak bisa bermain melawan Brasil!’ Staf medis melakukan segalanya untuk saya bermain karena saya benar-benar ingin memainkan permainan ini. Dan saya bermain!

Zidane saat itu tak memikirkan sakitnya. Dia hanya ingin menikmati pertandingan sepakbola, apalagi melawan Brasil yang merupakan tim paling banyak meraih gelar juara Piala Dunia.

“Setiap pertandingan bisa menjadi yang terakhir bagi saya. Saya sangat memikirkan itu sehingga tidak mungkin bagi saya untuk tidak bermain melawan Brasil. Saya ingin menikmati setiap detiknya.”

4 dari 5 halaman

Akhir Menyedihkan

Setelah berhasil mengalahkan Brasil, Prancis melaju mulus hingga partai final, setelah mengalahkan Porugal 1-0.

Di partai pamungkas, Prancis berhadapan dengan Italia. Dalam partai inilah, Zidane harus menjalani akhir yang menyedihkan.

Dia diusir keluar lapangan karena menanduk Marco Materazzi, yang rupanya telah menghina adik Zidane.

Zidane dikeluarkan dari lapangan dan citra dirinya berjalan melewati trofi Piala Dunia adalah salah satu yang paling ikonik dalam sepak bola.

Paa akhirnya, Prancis kalah dalam adu penalti dan Zidane menyatakan penyesalannya atas apa yang telah ia perbuat.

“Saya sama sekali tidak bangga dengan apa yang saya lakukan, tetapi itu adalah bagian dari masa lalu saya,” kata Zidane kepada Telefoot dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

5 dari 5 halaman

Tak Diminati PSG

Presiden Paris Saint-Germain atau PSG Nasser Al-Khelaifi secara resmi mengesampingkan prospek Zinedine Zidane mengelola klub musim depan.

Sebelumnya, mantan bos Real Madrid itu dianggap sebagai salah satu kandidat teratas untuk menggantikan Mauricio Pochettino, yang akan hengkang dalam beberapa hari mendatang.

Zidane mengundurkan diri dari jabatannya di Santiago Bernabeu untuk kedua kalinya pada tahun 2021. Kemudian dia sangat terkait dengan pekerjaan Manchester United sebelum Setan Merah pindah untuk Erik ten Hag.

PSG dikabarkan memiliki kesepakatan untuk Zidane untuk mengambil alih pekerjaan di Parc des Princes. Namun, penasihat pria berusia 49 tahun itu dengan tegas membantah bahwa kesepakatan seperti itu ada