Ukraina Tekuk Skotlandia di Playoff Piala Dunia 2022, Pele Kirim Surat Terbuka kepada Putin

Dalam surat tersebut, Pele juga menyinggung mengenai pertemuannya dengan presiden Rusia, Vladimir Putin jelang Piala Dunia 2018 lalu.

Diperbarui 02 Juni 2022, 17:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Legenda hidup sepak bola asal Brasil, Pele, mengirimkan surat terbuka kepada presiden Rusia, Vladimir Putin agar menghentikan invasi yang dilakukan terhadap Ukraina Lewat akun Twitter-nya, Pele menyebut kalau penyerbuan tersebut sebagai tindakan yang jahat dan tidak dapat dibenarkan.

"Hari ini,  Ukraina mencoba melupakan, setidaknya selama 90 menit, tragedi yang masih melanda negara mereka. Bersaing untuk mendapatkan tempat di Piala Dunia sudah merupakan tugas yang sulit - hampir mustahil sekarang dengan begitu banyak nyawa yang dipertaruhkan,” tulis Pele.

Seperti diketahui, Timnas Ukraina akhirnya berhadapan dengan Skotlandia pada laga play off menuju Piala Dunia Qatar 2022. Pertarungan ini digelar di Hampden Park, Kamis dini hari WIB (2/6/2022), setelah sebelumnya sempat tertunda akibat invasi yang dilancarkan Rusia terhadap negara tersebut.

Dalam laga ini, Ukraina berhasil menang dengan skor 3-1. Hasil ini sekaligus membawa Ukraina selangkah lebih dekat dengan putaran final di Qatar. Di laga berikutnya Ukraina akan bertemu Wales.

Pele seperti dilansir dari AS, memanfaatkan momen ini untuk kembali mengetuk hati Putin. Pria yang telah mengoleksi 3 gelar Piala Dunia itu berharap, Rusia bersedia menghentikan serangan militernya.

"Saya ingin memanfaatkan pertandingan hari ini untuk mengajukan permintaan: hentikan invasi itu. Sama sekali tidak alasan untuk membenarkan tindak kekerasan ini," tulis Pele.

"Konflik ini sangat jahat dan tidak bisa dibenarkan dan tidak membawa apa-apa selain rasa sakit, takut, teror, dan penderitaan. Tidak ada alasan untuk mempertahankannya lebih lama," beber Pele.

 

Kenang Pertemuan dengan Putin

Dalam surat terbuka tersebut, Pele juga menyinggung mengenai pertemuannya dengan Putin. Momen itu terjadi jelang perhelatan Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Rusia.

“Ketika kami bertemu di masa lalu dan bertukar senyum disertai dengan jabat tangan yang lama, saya tidak pernah berpikir suatu hari nanti kita akan terpecah seperti sekarang," kata Pele.

"Kekuatan untuk menghentikan konflik ini ada di tangan Anda, tangan yang pernah saya guncang di Moskow, pada pertemuan terakhir kami di tahun 2017," beber Pele menambahkan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan