Liputan6.com, Jakarta Senam lantai menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dapat didefinisikan sebagai disiplin senam yang terdiri atas berbagai gerakan menyerupai balet. Senam jenis ini juga kerap memeragakan gerakan akrobatik sambil mengikuti irama lagu.
Senam lantai merupakan olahraga yang bisa dilakukan di ruangan maupun di luar ruangan. Seseorang yang hendak mempraktikkan aktivitas tersebut disarankan menggunakan lantai empuk berukuran setidaknya 12x12 meter.
Dimensi itu dinilai cocok mengakomodasi gerakan senam lantai yang cenderung beragam dan membutuhkan ruangan luas, seperti mengguling, melompat, hingga bertumpu di udara.
Seperti namanya, senam lantai secara umum dilakukan di atas permukaan lantai dengan alas berupa matras. Matras berperan sebagai alat bantu utama dalam olahraga senam lantai.
Properti tersebut ini untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan ketika melakukan gerakan senam lantai. Adapun matras idealnya diletakkan di atas permukaan rata serta jauh dari benda-benda yang rawan menyebabkan benturan.
Dilansir dari modul resmi Kemdikbud, senam lantai berguna untuk membangun komponen fisik dalam tubuh. Pasalnya, gerakan dalam senam lantai menuntut pesenam untuk memiliki keseimbangan, kekuatan, dan kelentukan tubuh yang baik.
Manfaat lain yang bisa diperoleh dari olahraga senam lantai dalah menguatkan tulang, meningkatkan fleksibilitas tubuh, melatih kekuatan otot, menurunkan risiko penyakit serius, serta meningkatkan rasa percaya diri.
Sejarah Senam Lantai
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/2340070/original/027128400_1535116116-20180823PC_Senam_Rifda_Irfanaluthfi_06.JPG)
Senam lantai sudah berkembang sejak zaman Yunani kuno. Masyarakat Yunani kala itu memang akrab dengan beragam olahraga senam, tak terkecuali senam lantai.
Dilansir dari Liputan6.com, senam lantai dulunya digunakan sebagai pemanasan sebelum melakukan olahraga yang lebih berat. Seperti yang diketahui, rakyat daerah Yunani memang kental dengan kompetisi olahraga berat seperti tinju, gulat, pentathlon, dan balap kereta.
Seiring dengan berjalannya waktu, senam lantai mulai mengalami perubahan. Adolf Spiess (1810-1858) dan Justus Carl Lion (1829-1901) menjadi tokoh utama yang berperan mengembangkan disiplin senam ini. Mereka konon mengadopsi berbagai gerakan senam, utamanya senam akrobatik, untuk dijadikan sebagai dasar gerakan senam lantai.
Dalam lingkup nasional Indonesia, senam lantai mulai dikenal pada tahun 1912. Angkatan laut kerajaan Belanda bernama Dr. H. F. Minkema merupakan sosok penting yang menyebarluaskan displin senam tersebut di Tanah Air.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515623/original/045243200_1772182225-dinas_perhubungan_-_klaim_facebook_cpns.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327596/original/000770900_1782197299-cek_fakta_-_dishub_lowongan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471300/original/019987800_1768283249-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-13T124627.766.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2637173/original/006594000_1744873069-0F3A0154.jpeg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/2340084/original/025001700_1535117256-20180823PC_Senam_Rifda_Irfanaluthfi_04.JPG)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261305/original/096719500_1781694640-000_B4XF3RA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8374721/original/069599100_1782252182-IMG-20260624-WA0001.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261727/original/037682800_1781755838-063_2282102375.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8361929/original/059220800_1782237469-000_B8324TW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262482/original/047548300_1781803743-Croatia_s_Ivan_Perisic.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8361794/original/064983200_1782237341-000_B8324T4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257143/original/047056400_1781226984-mexico-city-stadium.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257797/original/022434900_1781257127-South_Africa_s_Themba_Zwane__11__receives_a_red_card.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258737/original/031550300_1781406712-063_2281462946.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263365/original/096832600_1781914237-063_2282418040.jpg)