"Namun di sini semua kan terbentur biaya. Kalau ada yang mau bantu untuk ini, ada dibentuk semacam badan khusus untuk menyiapkan ini, saya pikir akan jauh lebih safety," bebernya.
Kronologi Hero Tito
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3952060/original/029244300_1646368263-yshshs.jpg)
Seperti diketahui, petinju asal Malang bernama asli Heru Purwanto ini menderita koma setelah kalah KO ronde 7 dari James Mokoginta dalam pertarungan di Holywings Club, Jakarta, Minggu (27/2/2022).
Laga Hero vs James dijadwalkan 10 ronde di kelas ringan (61,2 kg) memperebutkan gelar juara nasional versi Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) yang lowong.
Pertarungan ini juga merupakan partai tambahan Kejuaraan WBC Internasional kelas terbang junior (49 kg) antara Tibo Monabesa melawan petinju Filipina, Jayson Vayson.
Duel berlangsung sengit. Namun, Hero Tito kewalahan menghadapi James. Dia sempat terjatuh di ronde 5 setelah terkena hook kanan James.
Hero Tito bisa bangkit dan melanjutkan pertarungan. Namun, dia kembali tersungkur di ronde 7 usai uppercut James telak menghantam rahangnya.
Dia jatuh terjengkang dan kepala bagian belakang Hero terbentur keras ke kanvas.
Hero sempat bangun dan duduk saat wasit Teguh Tambunan menyelesaikan 10 hitungan dan memutuskan kemenangan KO untuk James. Namun, dia kembali tergeletak dan langsung mendapatkan pertolongan dari tim medis pertandingan.
(Lanjutan kronologi lengkapnya simak di sini)
Siapa Hero Tito?
Kematian Hero Tito tentu sangat memukul insan tinju di Tanah Air. Apalagi, selama ini Hero dikenal sebagai petinju yang cukup populer dengan sederet gelar juara nasional pernah diraihnya.Â
Berasal dari Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Hero Tito mengenal tinju sejak dini. Dia mulai naik ring di usia 12 tahun karena pengaruh ayah dan kakaknya.
Hero Tito mengawali prestasi di tinju amatir pada ajang Kejurda. Pemilik nama asli Heru Purwanto ini kemudian melalui karier amatir di Kalimantan, sebelum akhirnya pulang ke Malang dan memilih jalur profesional.
Dia debut di kancah profesional pada 2004. Namun, jalur itu belum bisa mencukupi kebutuhan ekonomi keluarganya. Hero Tito sempat menjadi tukang parkir, satpam, jadi pelatih tinju personal, hingga menjadi staf honorer di antara statusnya sebagai petinju.
Hero Tito pun menorehkan berbagai prestasi, di antaranya gelar juara dunia versi World Professional Boxing Federation (WPBF). Dia merebut gelar setelah menjatuhkan petinju asal Thailand, Thongchai Kunram dalam Kejuaraan Tinju Dunia Sabuk Emas Xanana 2016, di Lospalos Gymnasium, Timor Leste, pada 2016 lalu. (Simak profil lengkap Hero Tito selanjutnya pada tautan ini).Â
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4012159/original/035865800_1651313935-20220430-_Gerbang_Tol_Cikampek-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3951582/original/031837000_1646315229-Hero_Tito.jpg)