Bola Ganjil: Diselundupkan di Kereta, Bernard Vukas Jadi Bintang Kroasia

Simak kisah Bernard Vukas, sosok yang dianggap sebagai pesepak bola terbaik dari Kroasia.

Diterbitkan 09 Mei 2021, 00:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Vukas selanjutnya mewarnai Olimpiade Helsinki. Sosok yang akrab disapa Bajdo itu membawa negaranya lolos ke final usai menaklukkan India, Uni Soviet, Denmark, dan Jerman Barat.

Sayang lawan berat menanti di final. Yugoslavia menghadapi Mighty Magyars Hungaria yang memiliki Ferenc Puskas dan Sandor Kocsis. Kembali Yugoslavia harus puas dengan medali perak.

Piala Dunia 1954 jadi penampilan terakhirnya di pentas internasional. Vukas dan Yugoslavia melangkah hingga perempat final usai disingkirkan Jerman Barat.

Beri Keajaiban

Penampilan istimewa bagi timnas merupakan alasan mengapa Vukas diidolai. Namun, pendukung Hajduk punya sebab lain.

Tidak hanya mempersembahkan gelar, Vukas kerap memberi keajaiban bagi tim. Salah satu momen hadir pada laga melawan Lokomotiva tahun 1953.

Hajduk tertinggal 0-4 di babak pertama. Vukas lalu mengamuk di kamar ganti dan mendorong rekan setim. Hasilnya, dia mencetak hattrick dan assist untuk membawa timnya menyamakan kedudukan 4-4.

Tahun 1957, Vukas berpetualang ke Italia demi membela Bologna. Sayang, dia gagal memberikan kontribusi signifikan dalam periode kerja dua musim karena kerap didera penyakit.

Vukas lalu kembali ke Hajduk dan tampil selama empat tahun. Sumbangsihnya terus menurun seiring bertambahnya umur.

Dia selanjutnya pergi ke Austria dan memperkuat Grazer AK, Kapfenberger SV, dan Klagenfurt tanpa prestasi berarti. Vukas pun pulang dan mengibarkan bendera Hajduk selama semusim sebelum gantung sepatu di usia 41 tahun.

Pemain Terbaik

Memiliki teknik tinggi, visi bermain, dan dribel mumpuni, masyarakat Kroasia mengidolainya. Zagreb dan Split bahkan menamakan jalan untuk memberi penghormatan.

Tidak heran pada 2000 dia terpilih sebagai pemain terbaik Kroasia sepanjang masa dari dua survei berbeda, oleh federasi sepak bola dan koran terdepan setempat Vecernji List. Capaian tersebut jelas mengesankan mengingat ketatnya persaingan serta sejarah panjang olahraga Kroasia, baik sebelum maupun kemerdekaan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan