Sukses

Kaleidoskop 2020: 6 Figur Olahraga yang Meninggal Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Tahun 2020 menjadi salah satu kurun waktu terberat dalam sejarah manusia. Pandemi Covid-19 membuat dunia seakan berhenti berputar.

Periode ini terasa lebih sulit karena kepergian tokoh-tokoh yang memengaruhi hidup orang banyak. Termasuk di bidang olahraga.

Inggris berduka karena kehilangan empat anggota yang mempersembahkan satu-satunya gelar internasional berupa Piala Dunia 1966. Mereka adalah Jack Charlton, Nobby Stiles, Norman Hunter, dan Peter Bonetti.

Masih dari lapangan hijau, para pelatih Luigi Simoni, Alejandro Sabella, dan Gerard Houllier juga meninggal.

NBA berkabung menyusul kepergian David Stern dan Jerry Sloan. Dunia balap mengucapkan selamat tinggal kepada Stirling Moss. Sementara beberapa peraih medali emas Olimpiade berpulang, di antaranya Charles Moore, Willi Holdorf, Pete Rademacher, dan Eva Szekely.

Dari dalam negeri, mantan perenang Lukman Niode dan kiper Daryono menghadap Yang Kuasa.

Selain mereka, Liputan6.com mengumpulkan enam tokoh olahraga besar yang meninggal pada tahun ini. Berikut daftarnya:

2 dari 8 halaman

Kobe Bryant

Kecelakaan helikopter menewaskan Kobe Bryant dan delapan orang lain, termasuk sang putri Gianna, pada 26 Januari 2020.

Bryant saat itu hendak menuju Mamba Academy untuk melatih tim basket putri. Pagi hari sebelum pertandingan, dia dan Gianna sempat pergi ke gereja dan menerima komuni.

Kepergian Bryant meninggalkan duka mendalam. Penghormatan pun diberikan dari berbagai bidang.

Dengan dampak begitu besar, nama Bryant diabadikan untuk berbagai hal. Salah satunya MVP NBA All-Star 2020.

3 dari 8 halaman

Bob Hasan

Juga dikenal sebagai pejabat publik dan pengusaha, Bob Hasan memainkan peran besar terhadap perkembangan atletik di Nusantara.

Almarhum meninggal karena penyakit kanker di usia 89 tahun pada 31 Maret 2020. Dia menjabat Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) sejak 1978.

Terlahir pada masa penjajahan, Bob Hasan sejak kecil diasuh oleh Jenderal Gatot Subroto. Menjadi anak angkat petinggi kemiliteran Republik Indonesia membuat Bob Hasan dekat dengan Soeharto.

Di tangan Bob Hasan, PASI sukses mengorbitkan sejumlah atlet yang menjadi tulang punggung atletik di Indonesia.

Sebagai Ketua PASI, Bob Hasan juga tidak segan merogoh kocek pribadinya hingga miliaran rupiah. Bob juga turun tangan langsung mencari bibit-bibit baru atlet atletik Indonesia.

4 dari 8 halaman

Alfred Riedl

Alfred Riedl meninggal dunia pada 8 September 2020 akibat kanker. Sebagai pemain dia memetik berbagai prestasi bersama Austria Wien.

Namun, publik Indonesia lebih mengenalnya sebagai pelatih Timnas Indonesia. Meski gagal mempersembahkan trofi, sentuhan mantan pelatih timnas Vietnam dan Laos ini tetap meninggalkan jejak mendalam bagi persepakbolaan Tanah Air.

Dia menangani timnas dalam tiga periode yakni 2010-2011, 2013-2014, dan 2016. Riedl membantu timnas masuk final Piala AFF 2010 dan 2016.

5 dari 8 halaman

Ricky Yacobi

Ricky Yacobi meninggal dunia 21 November 2020 setelah terkena serangan jantung saat sepak bola. Dia merupakan salah satu striker terbaik sepanjang masa Indonesia.

Bersinar pada periode pertengahan 1980-an hingga awal 1990-an, Ricky Yacobi menjadi pemain penting yang meloloskan Indonesia hingga ke babak semifina Asian Games 1986.

Usai Asian Games 1986, Ricky Yacobi dipercaya menjadi kapten timnas Indonesia dan mempersembahkan medali emas SEA Games 1987.

Di level klub, Ricky Yacobi pernah membela klub Matsushita Jepang, PSMS Medan, Arseto Solo, BPD Jateng, dan PSIS Semarang.

6 dari 8 halaman

Diego Maradona

Salah satu legenda sepak bola Diego Maradona tutup usia pada 25 November 2020 karena serangan jantung. Dia berusia 60 tahun.

Capaian terbesarnya adalah membawa Argentina jadi juara Piala Dunia 1986. Sempat gagal di Barcelona, Maradona juga besar bersama Boca Juniors dan Napoli. Dia menjadi ikon di kedua klub tersebut.

Di Piala Dunia 1986, Maradona tampil fenomenal saat melawan di perempat final. Maradona mencetak salah satu gol terbaik di Piala Dunia dengan melewati banyak pemain lawan.

Namun, laga itu juga dikenang karena kelicikan Maradona. Pada era sebelum ada video assistant referee, dia menjebol gawang Peter Shilton menggunakan tangan tanpa terdeteksi wasit. Torehannya membantu Argentina menang 2-1.

7 dari 8 halaman

Paolo Rossi

Paolo Rossi meninggal di usia 64 tahun pada 9 Desember 2020 akibat kanker paru-paru. Namanya bersina saat membela timnas Italia di Piala Dunia 1982. Di sana dia mengantar Gli Azzurri menjadi juara.

Tak hanya itu, Rossi juga menyapu bersih penghargaan sebagai pencetak gol terbanyak dan pemain terbaik. Rossi pun ditahbiskan sebagai peraih Ballon d'Or tahun 1982.

Di level klub, Rossi membela Juventus selama empat musim dan mempersembahkan enam trofi.

8 dari 8 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini