Liga PB Djarum 2020 : Atlet Muda Tumbangkan Pebulu Tangkis Pelatnas PBSI

Hasil mengejutkan terjadi di nomor Mix U19 & Dewasa Liga PB Djarum 2020. Faza/Az Zahra Ditya Ramadhani mengalahkan Kelly Larissa/Rian Cannavaro.

Diterbitkan 11 Desember 2020, 22:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Livio, yang turun di nomor Tunggal Putra U-11 & U-13 dan Ganda Putra U-13, mengakui jalan untuk naik podium teratas tidak mudah. Meski berhadapan dengan teman sepermainan di asrama, mereka menjelma menjadi musuh bebuyutan ketika masuk ke dalam lapangan.

"Semua lawan saya, berat. Mereka ada yang mainnya tekan terus, ada yang pintar mainnya sabar, ada yang kakinya lincah lalu semua bola bisa dikejar," katanya.

Bukan Ukuran

Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi menyatakan menang atau kalah bukan sebuah tolak ukur keberhasilan yang telah diraih oleh anak-anak asuhnya. "Beberapa atlet memang bisa mengimbangi bahkan ada yang berhasil menang. Selesai satu pertandingan dengan kemenangan saja belum bisa dijadikan ukuran itu hasilnya baik," ucapnya.

"Perjalanan mereka ini masih panjang. Perlu pembuktian di beberapa pertandingan selanjutnya atau bahkan beberapa lama lagi baru kita di jajaran pelatih bisa membuat suatu penilaian terhadap atlet-atlet muda PB Djarum," tambahnya.

 

 

71 Tahun Christian Hadinata

Di sela-sela penyelenggaraan Liga PB Djarum 2020, PB Djarum memberikan kejutan bagi Christian Hadinata. Legenda bulu tangkis Indonesia itu merayakan hari ulang tahunnya yang ke-71.

Christian terkejut ketika komentarnya dipotong dengan kehadiran seorang atlet PB Djarum yang membawa sebuah kue ulang tahun berwarna hijau dengan lilin angka 71. "Lho, saya belum selesai ngomong lho!" ujar Christian semringah.

Juara All England ganda putra sebanyak dua kali itu mengucapkan terima kasih kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation serta jajaran pelatih dan ofisial PB Djarum yang tidak henti-hentinya mendukung dan menemaninya, baik sebagai pemain maupun pelatih.

"Terima kasih sudah terus memberikan kesempatan bagi saya untuk terus beraktivitas, bisa membantu pembinaan bulutangkis di PB Djarum," ucap pria yang masuk dalam The World Badminton Hall of Fame pada 2001 ini.

"Ini surprise banget, merayakan ulang tahun di hadapan teman-teman, para pelatih, dan ofisial. Sebetulnya saya cukup sering merayakan ulang tahun itu tidak berada di rumah. Dulu waktu menjadi pelatih dan juga pemain, saya juga sering diceburin ke kolam renang. Itu sudah tradisi," tambahnya.

Christian, yang tidak pernah kalah selama mengikuti Thomas Cup, melanjutkan tradisi yang telah dijalankannya bertahun-tahun, yakni kibas lilin ketimbang tiup lilin, sebelum menyudahi sesi suprise tersebut.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan