Kenali Pemakaian Gula Merah dan Madu untuk Membantu Program Dietmu

Gula merah dan madu dinilai lebih aman dibandingkan gula putih sebagai pemanis makanan atau minuman, benarkah?

Diperbarui 14 Oktober 2020, 15:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kehidupan kita sulit dipisahkan dari gula tapi berpotensi merusak program dietmu. Penambah rasa manis ini selalu ditambahkan ke dalam makanan meski gula berpotensi menambah berat badan.

Karena itu, orang mulai berpaling ke makanan yang diklaim lebih sehat seperti ke sumber gula alami, termasuk madu dan gula merah. Ini disinyalir membantu program diet untuk turunkan berat badan.

Namun ada kesalahpahaman, mengira keduanya pengganti gula terbaik. Sebab faktanya, hanya karena Anda menukar gula putih dengan gula merah ke dalam minuman Anda, atau menambahkan madu pada hidangan penutup, tidak berarti keduanya merupakan pilihan yang aman.

Kenapa? Berikut alasannya, dilansir dari TimesofIndia.

Alasan mengapa gula merah dan madu tidak bisa disebut lebih aman daripada gula putih

Meskipun sudah menjadi ilmu turun temurun bahwa madu dan gula merah sebagai pengganti gula putih, namun hasilnya tidak selalu sama terhadap kesehatan.

Misalnya, kebanyakan dari kita lupa mencatat kalori yang ada di kedua bahan ini sehingga tetap melebihi porsi yang disarankan.

Mengurangi kalori memang berperan penting jika Anda sedang berjuang untuk menurunkan berat badan. Namun ada hal-hal yang perlu Anda perhatikan terkait kedua bahan aditif ini jika dimasukkan ke diet Anda.

Bagaimana gula merah membantu dalam emnurunkan berat badan?

Gula merah menjadi pilihan favorit di minuman maupun hidangan akhir-akhir ini. Orang-orang yang sadar kesehatan mulai memilih gula merah dari pada gula putih.

Gula merah adalah sumber yang kaya kalium, magnesium, vitamin B1, B6 dan C. Jumlah seratnya juga baik dan mampu membantu menghilangkan racun serta membersihkan sistem pencernaan. Kepercayaan orang dulu mungkin yang memulai hari dengan secangkir air hangat dan gula merah.

Beberapa juga mengonsumsinya setelah makan untuk membantu pencernaan, atau sekedar mengurangi rasa terbakar pada lidah setelah makan sesuatu yang pedas. Ada juga yang mengonsumsinya untuk mencegah stres kerja, karena gula merah ternyata juga mengandung beberapa senyawa fenolik yang melawan stres oksidatif dan bekerja meningkatkan kekebalan tubuh.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Seberapa sehat gula merah jika dibandingkan gula putih? Rasa[ gula ](4195321 "")merah yang lebih lembut daripada gula putih, membuat kebanyakan orang akhirnya mengonsumsinya lebih dari takaran yang dianjurkan. Misalnya, jika seseorang biasanya menambahkan sesendok gula putih ke secangkir teh atau kopi, namun saat orang yang tidak terbiasa dengan rasa gula merah akan menambahkan takarannya jauh melebihi dari yang dibutuhkan. Perlu diingat bahwa gula merah bukan berkalori nol, melainkan juga mengandung kalori yang kurang lebih sama dengan gula putih. Maka dari itu, menambahkan takarannya juga akan meningkatkan asupan kalori. Gula merah juga mengandung sukrosa yang meningkatkan kadar gula darah dan mungkin berbahaya bagi pasien diabetes. Belum lagi jika Anda mengonsumsi gula murni yang sudah lama, bisa jadi gula tersebut mengandung pengawet di dalamnya, yang berarti sama sekali tidak membantu [diet ](4377978 "")Anda.

Halaman
Show All
Fitri Syarifah, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan