DPR Puji Pembinaan Atlet Usia Dini Bulutangkis

DPR berharap dengan pembinaan yang tepat, akan lahir atlet-atlet berprestasi yang kelak mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.

OlehThomas
Diterbitkan 01 September 2020, 07:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Saksikan video pilihan berikut ini:

PB Djarum

Lewat seleksi yang dijalankan PB Djarum tersebut, klub bulutangkis yang bermarkas di Kudus itu telah mampu mencetak banyak atlet-atlet yang berprestasi di tingkat dunia dan mengharumkan nama bangsa. Saat ini, Total, terdapat 216 atlet di mana 39 atlet diantaranya sudah bergabung dengan Pelatnas PBSI yang siap meneruskan kejayaan bulutangkis Indonesia.

Proses pembinaan yang telah dilakukan PB Djarum sejak lama ini mendapat apresiasi dari anggota parlemen. Andreas Hugo Pareira, Anggota DPR Komisi X dari Fraksi PDIP menuturkan, bahwa pola pembibitan dan pembinaan yang dilakukan PB Djarum diharapkan bisa menjadi acuan bagi cabang olahraga lainnya.

“Kita sama-sama menyadari bahwa meraih prestasi di dunia olahraga itu tidak bisa instan. Apa yang dilakukan PB Djarum dalam melahirkan atlet bulutangkis kelas dunia merupakan langkah konkrit yang perlu kita jadikan role model. Artinya bagaimana kita membuat sebuah pembinaan yang bersifat terstruktur dan sistematis ini perlu dijaga,” ujar Andreas.

Ekosistem Olahraga

Hal senada juga diutarakan oleh Anggota DPR Komisi X dari Fraksi Golongan Karya, Ferdiansyah, SE, M.M. Anggota parlemen dari Dapil Jawa Barat XI menyampaikan, ekosistem bulutangkis yang telah dibangun harus didukung oleh pemerintah dengan cara memberikan deduksi pajak.

“Melihat ekosistem olahraga harus komprehensif, sudut pandangnya harus secara luas, jangan sepotong-sepotong. Yang seharusnya dilakukan adalah memberikan deduksi (pengurangan) pajak bagi lembaga yang memberikan kontribusi di dunia olahraga, sehingga bisa mendorong lembaga lain untuk memberikan kontribusinya juga,” tutur Ferdiansyah.

Yoppy Rosimin berterimakasih atas apresiasi dari anggota DPR terhadap apa yang sudah dijalankan PB Djarum selama ini. Ia berharap, UU SKN yang baru dapat mengakomodir kepentingan para pelaku olahraga sehingga dapat mengoptimalkan bakat putra-putri bangsa dan meraih prestasi demi Indonesia.

“Karena saya percaya bahwa Indonesia sangat kaya dengan atlet-atlet berbakat. Yang diperlukan adalah konsistensi dan komitmen dari berbagai pihak, karena mencetak atlet itu tidak seperti pabrik yang mencetak produk," imbuh Yoppy.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Thomas, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan