Sukses

5 Kesalahan Terbesar MU di Bursa Transfer pada Era Ed Woodward

Liputan6.com, Manchester - Manchester United (MU) mencoba mendatangkan Jadon Sancho dari Borussia Dortmund pada musim panas ini. Namun, Setan Merah kesulitan mendapatkan pemain sayap berusia 20 tahun itu.

Belum adanya perekrutan pemain yang sigfinikan hingga sekarang membuat MU bisa mengulangi kesalahan sama di bursa transfer.

MU memiliki dua bursa transfer yang bagus di musim 2019/20. Namun sebelum itu, tepatnya setelah Sir Alex Ferguson pensiun, MU terkenal gegabah karena nekat dalam belanja pemain.

Tidak hanya menghabiskan uang dengan sembrono, tapi sulit untuk menjual pemain mereka dengan harga yang layak. MU beberapa kali melepas pemain yang berpotensi memiliki masa depan cerah di klub.

Berikut 5 kesalahan MU di bursa transfer pada era Ed Woodward seperti dikutip dari Sportskeeda.

 

 

2 dari 7 halaman

5. Menjual Wilfried Zaha dan Memphis Depay

Kedua pemain sayap ini tidak luar buasa saat MU menjualnya. Zaha masih mencoba untuk masuk ke tim tuama, sementara Depay penampilannya tidak menentu sehingga menghalai kemajuan Mu. Tapi, mereka juga bermain untuk manajer yang tidak tertarik untuk mempertahankannya.

Baik Wilfried Zaha maupun Memphis Depay pindah dan kini berkembang menjadi pemain penting di mereka. Zaha dijual ke Crystal Palace dengan biaya awal 10 juta pound, kini naik menjadi 15 juta pound dengan bonus. Depay dijual dengan harga awal sekitar 16-17 juta pound ke Olympique Lyon.

Zaha dan Depay sebenarnya akan sangat senang bermain di bawah Ole Gunnar Solskjaer. Dengan demikian, keputusan manajemen yang dikombinasikan dengan kebijakan perekrutan yang buruk menyebabkan MU kehilangan dua pemain potensial.

 

 

3 dari 7 halaman

4. Mendatangkan Bastian Schweinsteiger, Morgan Schneiderlin, dan Radamel Falcao

MU membeli sederet gelandang, dua di antaranya Bastian Schweinsteiger dan Morgan Schneiderlin di era manajer Louis van Gaal. Namun, kedua pemain ini berkontribusi kecil.

Pembelian Schweinsteiger dan Schneiderlin dianggap pemborosan. Bahkan, Schweinsteiger mengalami ujian tidak horman saat Jose Mourinho menggantikan Van Gaal. Manajer asal Portugal itu mengirimnya berlatih bersama U-23 karena masalah kebugaran.

Sementara Schneiderlin hanya bermain dalam tiga pertandingan pada musim keduanya. Dia kemudian dijual ke Everton pada jendela transfer Januari musim 2016-17.

Baik Schweinsteiger dan Schneiderlin adalah pembelian keliru karena MU dapat menghabiskan banyak uang untuk mendapatkan pemain-pemain muda potensial.

Sementara itu, Radamel Falcao yang didatangkan MU dari Monaco dengan status pinjaman juga kurang berkontribusi.

 

 

 

 

4 dari 7 halaman

3. Henrikh Mkhitaryan

Henrikh Mkhitaryan tak akan pernah cocok dengan rencana Jose Mourinho untuk MU. Dia butuh waktu untuk mendapat tempat di skuat utama Setan Merah.

Mkhitaryan bukan sosok yang mau turun ke belakang untuk membantu pertahanan. Padahal, ia datang ke Old Trafford pada 2016 bermodal penampilan apik di Bundesliga bersama Borussia Dortmund.

Mkhitaryan akhirnya menjadi andalan MU di Liga Inggris dan Europa. Terbukti, asal Armenia menjadi bagian penting dalam kemenangan MU di Liga Europa 2017.

Meski memulai dengan langkah tepat, Mkhitaryan mengalami hal berbeda di musim kedua. Kontribusi gelandang yang didatangkan dari Borussia Dortmund menurun.

Mkhitaryan kemudian dilepas ke Arsenal dengan kesepakatan MU mendapatkan Alexis Sanchez.

5 dari 7 halaman

2. Angel Di Maria

Angel Di Maria adalah pemain yang luar biasa. Dia secara mengejutkan dilepas oleh Real Madrid pada musim panas 2014 setelah bisa dibilang sebagai pemain terbaik di musim 2013-14.

Namun, manajer Manchester United Louis Van Gaal tidak tahu cara menggunakan pemain Argentina itu. Di Maria dimainkan lebih melebar pada awalnya dan tidak bisa mengeluarkan 'sihirnya'.

Banyaknya perubahan posisi menghambat penampilan Di Maria sehingga tidak dapat membantu MU. Meski demikian, Di Maria masih mencatatkan 12 assist di Liga Inggris musim 2014-15.

MU seharusnya berusaha mempertahankannya atau setidaknya mengelolanya dengan lebih baik. Tapi, Setan Merah justru menjualnya setelah musim berakhir dengan kerugian 16 juta pound.

Di Maria kemudian bergabung dengan Paris Saint-Germain dan kini telah menjadi salah satu pemain terpenting bagi juara Ligue 1 Prancis tersebut.

Keragu-raguan dan pandangan pendek dari petinggi MU menunjukkan mereka tak ada rencana jangka panjang. Mereka hanya berpindah dari satu manajer ke manajer berikutnya serta dari satu filosofi ke filosofi lainnya dengan cara yang sembrono dan Di Maria salah satu korbannya.

 

 

6 dari 7 halaman

1. Alexis Sanchez

Kesalahan paling mahal adalah Alexis Sanchez. Pemain asal Chile ini hampir menandatangani kontrak dengan Manchester City sebelum MUh memutuskan untuk membajak kesepakatan itu.

Setelah menceteak 80 gol dari 166 pertandingan untuk Arsenal, Sanchez tersedia dengan harga diskon. Namun, gaji mantan pemain Barcelona itu sangat tinggi.

MU mendatangkan Sanchez dengan cara ditukar dengan Henrikh Mkhitaryan. Tapi, langkah tersebut ternyata tidak menguntungkan MU.

Setan Merah sudah memiliki Anthony Martial dan Marcus Rashford bermain di sayap kiri atau kanan. Kedatangan Sanchez hanya akan menghadap perkembangan kedua pemain muda ini. Tapi, Mourinho memutuskan untuk memainkan pemain muda dan menjadikan Sanchez yang berkinerja buruk sebagai starter reguler.

Sanchez digaji lebih dari 300.000 pound per minggu dan dia tidak berguna begitu kursi manajer diambil alih Ole Gunnar Solskjaer. Tapi, MU tidak menjual Sanchez dan meminjamkannya ke Inter Milan sambil tetap membayar gajinya.

MU dikabarkan akan menjual Sanchez ke Inter Milan di musim panas ini. Hal tersebut akan mengakhiri pembayaran gaji Sanchez yang bermain untuk lain.

7 dari 7 halaman

Saksikan Video Manchester United di Bawah Ini