Bola Ganjil: Propaganda Hutu dan Genosida Rwanda

Simak kisah sepak bola di tengah genosida Rwanda pada 1994.

Diterbitkan 21 Agustus 2020, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kemurahan hati para milisi itu kemungkinan besar disebabkan pertandingan sebulan sebelum genosida terjadi. Rayon Sports sukses menyingkirkan klub terbesar Sudan, Al-Hilal Omdurman, pada ajang Piala Winners Afrika.

Meski tensi perang saudara ketika itu sudah terasa, kemenangan ini menyatukan warga Hutu dan Tutsi. Sayang Rayon Sports akhirnya mundur dari turnamen karena konflik dalam negeri kemudian pecah.

Menarik Simpati

Saat perang saudara terjadi, politisi Rwanda menggunakan sepak bola untuk menarik simpati. Popularitas cabang olahraga tersebut memudahkan mereka mendapat dukungan dari kalangan penggemar. Anggota Interahamwe bahkan sengaja mendirikan klub bernama Loisirs pada 1991 agar suporter mendukung Hutu.

Interahamwe dan milisi Hutu pada akhirnya dituduh sebagai dua kelompok yang bertanggung jawab atas genosida. Namun, sepak bola juga memainkan peran tidak kalah besar dalam mendukung Hutu meraih kekuasaan. Meski begitu, cabang olahraga itu juga memiliki peran positif ketika genosida berakhir.

Kebangkitan Rwanda

Kelompok pemberontak Tutsi Rwanda Patriotic Fund (RPF) sukses mengusir milisi Hutu setelah genosida berlangsung 100 hari. Rwanda trauma dan kehilangan 40 persen populasinya. Ekspektasi hidup turun 28 tahun dan ekonomi negara berantakan.

Dalam kondisi itu, sepak bola berkontribusi dengan menggelar berbagai turnamen yang mengenang peristiwa berdarah di dalam negeri. Kehadiran kompetisi itu membuat masyarakat bersatu karena mereka tidak melupakan atau menyangkalnya.  

Kini Rwanda sudah bangkit dan menjadi sebagai salah satu negara teraman di Afrika plus ekonomi stabil.

Hasilnya juga terlihat di lapangan. Rwanda lolos untuk pertama kali ke turnamen besar yakni Piala Afrika 2004. Sempat jadi tuan rumah Piala Afrika U-17 2011, mereka juga melamar menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2019. Sayang Rwanda kalah dari Peru.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan