Real Madrid Bersaing Ketat dengan Barcelona, Ini 5 Akhir Musim Paling Mendebarkan di Liga Spanyol

Real Madrid dan Barcelona, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kembali bersaing meraih gelar Liga Spanyol 2019-2020.

Diterbitkan 12 Juli 2020, 05:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Madrid - Real Madrid dan Barcelona bersaing ketat memenangkan gelar Liga Spanyol 2019-20. Akhir musim yang mendebarkan pun berpeluang terulang lagi.

Hingga jornada 34, Real Madrid masih memimpin empat poin atas Barcelona di klasemen. Namun, segalanya sangat mungkin terjadi jika tidak fokus hingga akhir musim.

Inkonsistensi jadi persoalan utama Barcelona musim ini. Dalam beberapa pertandingan, anak asuh Quique Setien kerap mendapat hasil minor yang seharusnya bisa dihindari.

Sementara Real Madrid, meski pada sejumlah laga cuma menang tipis, tambahan tiga poin jadi hal utama. Konsistensi mereka, ditambah belum adanya kejutan dari lawan-lawannya membuat El Real mantap memuncaki klasemen.

Kendati demikian, tidak ada yang dapat memprediksi bagaimana akhir musim ini. Dalam beberapa kesempatan, akhir musim La Liga melahirkan kejutan.

Berikut ini lima musim paling mendebarkan di Liga Spanyol dalam 30 tahun terakhir:

 

Saksikan Video Liga Spanyol di Bawah Ini

1993-1994 – Barcelona Menyalip Deportivo La Coruna pada Pertandingan Terakhir

Barcelona menggagalkan Real Madrid meraih gelar juara di musim 1991/92 dan 1992/93, tapi pertandingan terakhir musim 1993/94 lebih dramatis.

Deportivo La Coruna bersaing untuk meraih gelar La Liga pertama mereka setelah memimpin klasemen selama berbulan-bulan, dan butuh menang atas Valencia di kandang untuk memastikan gelar juara. Depor yang gugup dalam pertandingan itu, menyia-nyiakan beberapa peluang, dan skor masih 0-0 di jeda pertandingan.

Di belahan Spanyol lainnya, di Camp Nou, Barcelona berhasil menang 5-2 atas Sevilla. Johan Cruyff dan timnya berkumpul di pinggir lapangan untuk mendengarkan radio di saat pemain sayap Depor, Nando, dijatuhkan di kotak penalti.

Donato yang biasa mengambil tendangan penalti, sudah digantikan oleh pemain lainnya, sehingga bek Miroslav Đukić, maju sebagai eksekutor, tapi tendangannya dapat dihalau oleh kiper Valencia, José Luis González. Barcelona langsung melakukan selebrasi, dan itu adalah akhir musim yang pahit bagi Depor dan Đukić.

 

1999-2000 – Deportivo La Coruna Kunci Gelar Juara

Deportivo kembali mendapatkan peluang untuk memenangi gelar di musim 1999-2000, dan mulai memimpin klasemen sejak pekan ke-12. Dengan lima pertandingan tersisa, Depor unggul dua poin dari Barcelona, dan Zaragoza, Alavés, Valencia, dan Real Madrid juga masih mungkin untuk memenangi gelar musim itu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Dalam dua pertandingan tersisa, persaingan gelar juara hanya milik Barcelona dan Deportico La Coruna, dan keduanya mendapat hasil imbang 0-0 melawan Real Sociedad dan Racing Santander. Dan gelar juara musim itu lagi-lagi ditentukan di pertandingan terakhir. Kali ini, Deportivo berhasil mengunci gelar juara. Donato mencetak gol di menit ke-3 untuk menenangkan mental tim, dan penyerang Roy Makaay berhasil menggandakan keunggulan sebelum jeda pertandingan. Barcelona tertekan dan tertahan imbang 2-2 oleh Celta Vigo hingga akhir pertandingan. Selebrasi diadakan di kandang Depor, Stadion Riazor, dan selebrasi musim tersebut makin dramatis mengingat kegagalan mereka beberapa tahun sebelumnya.  

Halaman
Show All
Gregah Nurikhsani, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan