4 Blunder Fatal Presiden Real Madrid Florentino Perez, Salah Satunya Proyek Los Galacticos

Selama Florentino Perez menjabat sebagai Presiden Real Madrid, dia pernah beberapa kali mengambil keputusan yang salah.

Diterbitkan 22 Juni 2020, 14:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Madrid - Presiden Real Madrid, Florentino Perez, telah memberikan banyak gelar bergengsi untuk El Real. Namun, bukan berarti ia tanpa noda. 

Percaya atau tidak, Perez tidak selalu membuat keputusan terbaik untuk Real Madrid. Alhasil, ia dikenal sebagai figur yang kontroversial di Spanyol, khususnya La Liga. 

Meskipun kegigihannya memboyong talenta-talenta hebat ke Santiago Bernabeu banjir pujian, ia juga tidak pernah jauh dari "buku hitam" ala fans. 

Pria Spanyol itu kali pertama berkuasa di Santiago Bernabeu pada 2000. Dia langsung memulai revolusi melalui proyek Galactico, dengan misi merekrut pemain-pemain terbaik di dunia. 

Perez memang menepati janjinya dengan memboyong nama-nama besar ke Real Madrid. Tapi, di sisi lain dia juga melakukan kesalahan-kesalahan besar.

Apa saja kesalahan fatal Florentino Perez selama menjadi presiden Real Madrid? Berikut ini empat di antaranya seperti dilansir Ronaldo.com, Minggu (21/6/2020).  

 

1. Memecat Vicente Del Bosque

Memecat Vicente del Bosque pada 2003 menjadi satu di antara keputusan terburuk dalam sejarah sepak bola, terutama di Real Madrid. 

Pelatih asal Spanyol itu membawa El Real memenangi dua titel La Liga, dua trofi Liga Champions, gelar Piala Super Spanyol, Piala Super Eropa, dan Piala Intercontinental selama hampir empat tahun di Santiago Bernabeu. Seharusnya ia layak mendapatkan kontrak baru dan tambahan gaji, kan? 

Namun, Perez tidak menghargai dan memandang tinggi Del Bosque seperti yang dilakukan orang lain. Ia membeli pemain tanpa berkonsultasi dengan sang pelatih. Perez kemudian malah memecat Del Bosque. 

Apa hasil akhirnya? Real Madrid akhirnya jarang meraih trofi dalam kurun 10 tahun berikutnya.     

keputusan Perez mendapat tentangan dari beberapa pemain, seperti Fernando Hierro, Fernando Morientes, dan Steve McManaman. Ketiganya malah ikut dilepas oleh El Real. 

 

2. Menjual Claude Makelele

Claude Makelele kerap disebut sebagai mesin di lini tengah Real Madrid. Bahkan, pemain Prancis itu dianggap sebagai pemain terpenting dalam memadukan skuad yang berisi bintang-bintang seperti Zinedine Zidane dan Luis Figo.

Real Madrid merebut tujuh tropi selama tiga tahun Makelele di Santiago Bernabeu pada 2000-2003, termasuk dua gelar La Liga dan satu trofi Liga Champions. Tapi, pemecatan Vicente del Bosque mengubah banyak hal.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Merasa khawatir dengan perannya dan menyadari banyak rekan setimnya yang bergaji jauh lebih tinggi daripada dirinya, Makelele meminta Perez untuk menaikkan nilai kontraknya. Tapi, Perez menolak. Sang presiden klub kemudian malah menjual Makelele ke Chelsea dengan harga 20 juta euro pada 2003. Ia membantu The Blues meraih dua gelar Premier League secara beruntun. Di sisi lain, Real Madrid malah terpuruk setelah kepergiannya. Happy Birthday to former Real Madrid player Claude Makelele! #HalaMadrid pic.twitter.com/4Qfm2vv4Iw — RMadridHome (@RMadridHome_) February 18, 2017

Halaman
Show All
Yus Mei Sawitri, Windi WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan