Sushant Singh Rajput Tutup Usia, Ini 4 Fakta Mengejutkan Tentang Bunuh Diri

Aktor Bollywood Sushant Singh Rajput yang dikabarkan bunuh diri di langit-langit apartemennya. Berikut 4 fakta mengejutkan tentang bunuh diri.

Diterbitkan 16 Juni 2020, 02:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Banyak orang berpikir mereka sedang mengalami kecemasan biasa tanpa tahu bahwa sebenarnya gejala yang terjadi merupakan gejala depresi.

Ciri-ciri orang mengalami gejala depresi ialah menutup diri dari lingkungan, selalu murung, memiliki penyesalan yang mendalam hingga sering menangis dan merasa rendah diri karena kehilangan minat terhadap hal-hal yang dulu disukainya.

Jika kamu sedang mengalami hal ini atau memiliki teman yang menunjukkan gejala depresi sebaiknya segera meminta bantuan atau pertolongan yang tepat.

Apabila tidak segera mendapat pertolongan, lambat laun tingkat depresi pada seseorang tersebut dapat mengontrol tubuh dan pikirannya hingga memutuskan untuk bunuh diri. Maka dari itu, sebagai perhatian bersama, jangan pernah mengasingkan orang yang sedang depresi justru mereka sangat membutuhkan bantuan dan dukungan dari orang-orang terdekat.

 

Bunuh Diri Bisa Disebabkan Oleh Gangguan Kepribadian

Selanjutnya fakta mengejutkan tentang bunuh diri yang perlu kamu tahu ialah bahwa bunuh diri juga bisa disebabkan oleh gangguan kepribadian. Ada banyak orang yang memiliki gangguan kepribadian, beberapa diantaranya dapat mengontrol dan kembali normal namun sebagian juga tidak dapat mengendalikan bahkan tidak tahu cara menanganinya.

Orang yang memiliki gangguan kepribadian biasanya mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan dengan banyak orang. Ia selalu merasa takut untuk menjalin hubungan dengan siapa saja. entah itu hubungan persahabatan atau hubungan percintaan. Ada pemikiran bahwa hubungan apapun yang dibangun pasti akan gagal.

Kegagalan bersosialisasi dengan lingkungan yang ia alami akhirnya membuat ia takut dibenci dan tidak bisa diterima secara sosial. Perasaan negatif ini kemudian terus tumbuh dan semakin besar hingga ia berpikir bahwa keberadaannya tidak berpengaruh bagi siapapun lalu memutuskan untuk bunuh diri.

Filosofi Kematian dengan Cara Bunuh Diri

Fakta mengejutkan selanjutnya tentang bunuh diri ialah pemahaman atau filosofi kematian dengan cara bunuh diri yang berkembang di masyarakat. Filosofi tersebut berpendapat bahwa orang yang melakukan bunuh diri bukan karena ingin mengakhiri hidup tetapi mengakhiri rasa sakit yang dirasakan. Jadi melalui filosofi ini, bunuh diri dianggap sebagai jalan keluar terbaik untuk melepaskan rasa sakit.

Ini juga biasanya yang sering memengaruhi orang sampai sanggup mengakhiri hidupnya sendiri karena berpikir sudah tidak ada lagi jalan keluar sehingga satu-satunya yang bisa dilakukan adalah mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri. Biasanya orang-orang yang meyakini filosofi ini adalah mereka yang sudah sangat putus asa atau mengalami depresi akut sehingga tidak bisa berpikir jernih dan memilih untuk bunuh diri.

Bunuh Diri Dapat Dicegah dengan Cara Sederhana

Keempat, fakta mengejutkan tentang bunuh diri yang perlu kam tahu ialah bahwa bunuh diri sebenarnya dapat dicegah dengan cara sederhana yakni, mendapatkan seseorang untuk menjadi pendengar yang baik. Tidak mesti dengan perawatan medis yang panjang, terkadang orang-orang yang ingin melakukan bunuh diri sangat kesepian dan ingin didengar.

Jangan biarkan mereka sendiri dan tenggelam dengan depresinya, datangi dan ajak mereka berbicara. Ini pasti tidak mudah dan juga tidak bisa berjalan dengan cepat karena jauh didalam dirinya sudah tertanam keyakinan bahwa mereka tidak dicintai oleh siapapun. Namun dengan perlahan dan dilakukan secara rutin, mereka akan mulai membuka diri dan akhirnya terhindar dari tindakan bunuh diri.

Disadur dari Fimela.com (Penulis Imelda Rahma, Published 15/6/2020)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Imelda Rahma, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan