Bersiap Skenario Terburuk, MotoGP 2020 Berpeluang Dibatalkan

Team Principal Petronas Yamaha Razlan Razali meminta otoritas MotoGP membatalkan musim 2020 jika kondisi belum membaik pada batas waktu tertentu.

Diterbitkan 29 April 2020, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Team Principal Petronas Yamaha Razlan Razali meminta otoritas MotoGP mempersiapkan skenario terburuk yakni pembatalan musim 2020. Sebab, skenario itu makin mungkin terwujud seiring berjalannya waktu.

Seperti pelaku MotoGP lainnya, Razali berharap kompetisi 2020 bisa bergulir Juli atau Agustus.

Namun, dia juga meminta otoritas menetapkan batas waktu untuk menentukan apakah kampanye 2020 bisa bergulir atau tidak. Sebab, saat ini semua berada dalam ketidakpastian.

"Kita mesti memiliki rencana jelas sehingga bisa mempersiapkan diri. Kita tidak mungkin terus menunggu perkembangan," ungkap Razali, dilansir Crash.

"Ini situasi sulit. Namun kita mesti siap dan punya skenario terburuk. Harus ada batas waktu, misalnya jika balapan tidak bergulir pada saat itu, maka MotoGP 2020 batal," sambungnya.

Kondisi Kontrak

Jika musim 2020 benar-benar dibatalkan, Razali menyarankan agar kontrak pembalap dilanjutkan hingga 2021. Dengan demikian, Fabio Quartararo tetap memperkuat Petronas meski sudah meneken perjanjian bersama tim pabrikan Yamaha.

"Tentu, beberapa pembalap yang sudah menandatangani kontrak baru beserta peningkatan gaji ingin mendapatkannya," kata Razali.

"Namun, sebenarnya bukan hanya pembalap yang perlu dipikirkan. Nasib promotor dan sponsor juga harus diperhatikan. Maka, lebih baik kita duduk bersama dan mendiskusikannya."

Terus Ditunda

MotoGP masih mencari seri pembuka 2020 karena penundaan terus terjadi akibat pandemi virus Corona. Saat ini jadwal balapan pertama akan berlangsung di Brno, Republik Ceko, pada 9 Agustus mendatang.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Maroko, Pembawa Mimpi Buruk bagi Raksasa Eropa di Piala Dunia

Harley Ikhsan, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan